Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kemlu RI Siaga, KBRI Teheran Pantau WNI dan Siapkan Evakuasi di Tengah Ketegangan AS-Iran

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 21.42
journalist-avatar-top
kemlu_ri_siaga_kbri_teheran_pantau_wni_dan_siapkan_evakuasi_di_tengah_ketegangan_asiran

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan keluar terminal setibanya dari Iran di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (24/6/2025) (Foto: Antara)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa KBRI Teheran terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Opsi evakuasi bagi WNI telah disiapkan jika situasi memburuk.

Situasi Masih Kondusif, Tapi Siaga 1 Tetap Berlaku

Menurut Plt. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, meski kondisi di Teheran dan kota lain masih kondusif, status keamanan Siaga 1 yang diberlakukan sejak Juni 2025 tetap berlaku.

“Semua rencana kontingensi disiapsiagakan, termasuk jalur evakuasi jika diperlukan,” ujar Heni Hamidah, Senin (23/2/2026).

Pemantauan Aktif dan Komunikasi dengan WNI

KBRI Teheran secara rutin menjalin komunikasi dengan para WNI untuk memastikan keselamatan mereka. Hingga saat ini, belum ada laporan WNI menghadapi ancaman langsung atau kondisi berbahaya. Namun, Kemlu mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap waspada, memantau situasi, dan menjaga komunikasi dengan KBRI.

“Kepada seluruh WNI di Iran, harap meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan terkini, dan tetap berkoordinasi dengan KBRI Teheran,” tegas Heni.

Eskalasi Ketegangan AS-Iran

Ketegangan antara AS dan Iran belum mereda meski kedua negara sepakat melanjutkan perundingan bilateral secara tidak langsung pada Maret mendatang. Presiden Donald Trump sebelumnya menegaskan Iran memiliki waktu 10–15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya dan memperingatkan akan ada “hal-hal yang sangat buruk” jika kesepakatan gagal.

Menurut laporan Financial Times, AS menyiagakan 16 kapal perang dengan 40.000 personel serta 7 skuadron udara masing-masing berisi 70 jet tempur di Timur Tengah.

Respons Negara Lain

Situasi ini mendorong beberapa negara, termasuk Jerman, Polandia, Swedia, India, dan Korea Selatan, untuk meminta warganya meninggalkan Iran secepatnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN