Saturday, October 17, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Dicopot Baru Sepekan Menjabat, Kenapa?

Mistar.idSabtu, 17 Oktober 2026 pukul 08.43 WIB
jubir_gedung_putih_katie_zacharia_dicopot_baru_sepekan_menjabat_kenapa_

Katie Zacharia. (foto: AFP/Mistar)

Amerika Serikat, MISTAR.ID - Katie Zacharia harus meninggalkan jabatan juru bicara Gedung Putih meski baru menjabat kurang dari sepekan. Keputusan tersebut menyusul sejumlah kontroversi yang dinilai menambah tekanan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Dilansir AFP, Sabtu (17/10/2026), seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Zacharia, 41, tidak lagi menduduki posisi tersebut. Sebelumnya, Fox News melaporkan bahwa Zacharia tengah menjalani proses transisi keluar dari jabatannya.

Isu mengenai kepergiannya telah beredar setelah Trump memberikan isyarat bahwa Zacharia mungkin tidak akan bertahan lama sebagai juru bicara yang baru ditunjuk.

Zacharia menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai latar belakang profesi sebagai pengacara dipertanyakan. Klaim tersebut kemudian diketahui tidak benar. Selain itu, penampilan perdananya dalam konferensi pers Gedung Putih juga menuai kritik karena berlangsung singkat dan dinilai kurang memuaskan.

Trump bahkan mengatakan dirinya sempat menyarankan Zacharia untuk mempertimbangkan kembali jabatan tersebut. “Saya bilang, 'Katie, apakah ini untuk Anda?'” kata Trump kepada wartawan.

“Saya bilang, 'Katie, Anda tidak harus melakukan ini'... Saya berkata kepadanya, 'Sejujurnya, kalau saya jadi Anda, saya akan mempertimbangkannya kembali,'” lanjut Trump.

Zacharia menggantikan Karoline Leavitt, yang dikenal vokal dan agresif ketika menghadapi pertanyaan media. Selama menjabat, Leavitt memberikan ruang lebih besar kepada media yang dinilai mendukung pemerintahan Trump, sekaligus kerap melontarkan kritik terhadap media yang bersikap berseberangan. Namun, Zacharia tidak mampu bertahan lama di posisi tersebut.

Pada Selasa pagi, dia menggelar konferensi pers pertamanya di ruang pengarahan Gedung Putih. Agenda itu berlangsung kurang dari 15 menit. Dalam kesempatan tersebut, Zacharia membuka sesi dengan membacakan daftar yang disebutnya sebagai pencapaian Trump, sebelum menjawab tiga pertanyaan dari wartawan.

Tak lama berselang, perhatian publik beralih pada kontroversi mengenai pengakuannya sebagai pengacara yang ternyata tidak benar. Persoalan tersebut semakin memperburuk sorotan terhadap jabatannya yang baru dimulai.

Berakhirnya masa tugas Zacharia juga mengingatkan publik pada singkatnya masa jabatan sejumlah pejabat komunikasi di pemerintahan Trump.

Pada periode pertama pemerintahan Trump, Anthony Scaramucci hanya menjabat selama 11 hari sebagai direktur komunikasi Gedung Putih. Masa tugasnya yang singkat bahkan menjadi bahan lelucon di media sosial.

Menanggapi kabar kepergian Zacharia, Scaramucci menulis di platform X. “Rekor dibuat untuk dipecahkan,” tulis Scaramucci. Namun, dia menambahkan, “Saya tidak merasa senang melihat penderitaan orang lain.”

Pergantian di jajaran komunikasi Gedung Putih ini terjadi saat Trump, yang berusia 80 tahun, menghadapi tekanan politik menjelang pemilihan sela Kongres AS pada 3 November mendatang.

Trump diketahui tengah melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah untuk membantu kandidat Partai Republik meraih dukungan pemilih.

Sejumlah hasil jajak pendapat memperkirakan Partai Republik berpotensi mengalami kekalahan dalam pemilu tersebut. Di sisi lain, tingkat popularitas Trump juga dilaporkan mengalami penurunan.

Perang dengan Iran, kenaikan harga-harga, serta persepsi masyarakat mengenai korupsi menjadi sejumlah persoalan yang membebani pemerintahannya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN