Houthi Ancam Serang Kepentingan AS jika Trump Bantu Arab Saudi

Kelompok Houthi. (Foto: Arab Gulf)
Teheran, MISTAR.ID – Kelompok Houthi Yaman mengancam akan menyerang Amerika Serikat (AS) jika Washington ikut campur dalam konflik mereka dengan Arab Saudi. Ancaman itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk membantu Riyadh menghadapi serangan Houthi.
Anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Bukhaiti, mengatakan seluruh kepentingan AS di kawasan dapat menjadi sasaran apabila Washington terlibat dalam serangan terhadap Yaman.
Al Bukhaiti memperingatkan bahwa kelompoknya tidak akan menunda serangan balasan jika AS mengambil langkah militer.
"Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan menunda-nunda keputusan untuk membalas. Akan ada balasan cepat dan menyakitkan yang menargetkan AS serta seluruh kepentingannya di kawasan ini," kata Al Bukhaiti, dilansir AFP, Selasa (13/10/2026).
Ancaman tersebut muncul setelah Trump pada Senin menyampaikan kemungkinan AS membantu Arab Saudi menyusul serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026). Serangan itu dilaporkan menewaskan 13 orang.
Trump mengecam tindakan kelompok Houthi tersebut. "Kelompok Houthi bertindak sangat buruk. Mereka bertindak sangat buruk, tidak baik," ujar Trump.
Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi meningkat setelah kelompok tersebut menuduh Riyadh berada di balik serangan terhadap Bandara Sanaa, Yaman, pada 13 Juli lalu.
Konflik kedua pihak sendiri telah berlangsung sejak Arab Saudi ikut campur dalam perang saudara Yaman pada 2014 dengan mendukung pemerintah Yaman melawan Houthi.
Sejak insiden di Bandara Sanaa, Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas minyak, kapal tanker, dan pusat transportasi di Arab Saudi. Sejumlah bandara juga menjadi sasaran serangan. (afp)
PREVIOUS ARTICLE
Abaikan Peringatan, Iran Serang Supertanker di Selat Hormuz





















































