29.9 C
New York
Monday, July 15, 2024

Hamas Rilis Rekaman 2 Jenazah Sandera Pasca Serangan Udara Israel

Doha, MISTAR.ID

Hamas merilis video yang memperlihatkan jasad dua sandera Israel tewas, Senin (15/1/24), setelah memberi peringatan bahwa tawanan itu mungkin akan terbunuh jika serangan udara terhadap Gaza tidak dihentikan.

Dalam rekaman video itu diduga menunjukkan jenazah Yossi Sharabi (53) dan Itai Svirsky (38) yang muncul dalam video awal pada hari Minggu (14/1/24).

Seperti dilansir Reuters, rekaman video tersebut juga menunjukkan sandera Israel ketiga, mahasiswa Noa Argamani (26) diduga membacakan naskah di depan dinding putih kosong, yang mengatakan bahwa kedua orang tersebut tewas akibat serangan Israel.

Baca Juga: Sultan Kurdi Tewas dalam Serangan Iran ke Markas ‘Mossad’ Israel di Irak

Juru bicara militer Israel mengatakan ada kekhawatiran serius tentang nasib para sandera yang diduga tewas dalam video tersebut, sambil menjelaskan bahwa salah satu dari mereka, yang diidentifikasi sebagai Svirsky, tidak tewas akibat tembakan Israel.

“Itai tidak ditembak oleh pasukan kami. Itu adalah kebohongan Hamas. Gedung tempat mereka ditahan bukanlah target dan tidak diserang oleh pasukan kami,” kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari, yang tidak memberikan nama atau rincian apa pun tentang orang kedua sesuai permintaan keluarganya.

“Kami tidak menyerang suatu tempat jika kami tahu mungkin ada sandera di dalamnya,” katanya, menambahkan bahwa daerah sekitarnya telah menjadi target.

Hingga saat ini belum bisa dipastikan apa yang terjadi pada ketiganya, yang termasuk dalam sekitar 240 sandera militan Hamas saat serangan lintas batas ke selatan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

Sejumlah besar sandera itu dibebaskan saat gencatan senjata singkat pada November tahun lalu. Israel mengklaim masih 132 orang yang ditawan di Gaza dan 25 meninggal dalam tahanan.

Baca Juga: Taksi Terbang Angkut Jemaah Haji-Umrah di Arab Saudi Bakal Dioperasikan

Tiga warga Israel tersebut ditampilkan dalam video Hamas pada hari Minggu di mana kelompok itu mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan serangan udara dan darat serta memastikan pembebasan mereka.

Video tersebut diakhiri dengan keterangan: “Besok (Senin) kami akan memberi tahu Anda tentang nasib mereka.”

Otoritas Israel umumnya menolak untuk merespons pesan publik Hamas mengenai sandera. Pejabat forensik mengklaim bahwa otopsi terhadap sandera yang sudah ditemukan mati mengatakan, penyebab kematian tidak sesuai dengan klaim Hamas. (Mtr/hm22)

Related Articles

Latest Articles