25.9 C
New York
Sunday, June 16, 2024

Pengaduan Kasus Pers Meningkat 5 Tahun Terakhir di Indonesia

Medan, MISTAR.ID

Data pengaduan kasus pers di Dewan Pers 5 tahun terakhir terus meningkat. Tercatat sejak tahun 2019 ada 626 pengaduan, 2020 ada 567 pengaduan, 2021 ada 774 pengaduan dan 2022 sebanyak 691 pengaduan.

Sedangkan di 2023 ada 813 kasus yang diterima oleh Dewan Pers. Dari jumlah tersebut sebanyak 794 kasus telah diselesaikan.

Hal ini dikatakan Rustam Fachri Mandayun selaku Ahli Dewan Pers, serta anggota Kelompok Kerja Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etik Dewan Pers yang menjadi salah satu pemberi materi di kegiatan Pelatihan & Business Update Transformasi Telkom yang digelar di Aula lantai 2 Witel Medan selama 2 hari Kamis-Jumat (16-17/5/24).

Baca juga:Usai RUU Penyiaran Dikritik, DPR Janji Konsultasi ke Organisasi Pers

Dijelaskan wartawan senior ini, jenis kasus pers yang dilaporkan berulang-ulang yakni tidak verifikasi 40%. Ia pun mengimbau kepada jurnalis untuk tidak melakukan hal tersebut, karena verifikasi merupakan tolak ukur jurnalistik.

“Sumber tidak terpercaya 40%. Sering kali ini tidak memiliki data dan bukti yang pasti. Lalu, tidak uji informasi 20%. Provokasi seksual 10% dan berita hoaks 10%,” jabarnya pada peserta media Kota Medan.

Sebelumnya, APV Corporate Communication Telkom Indonesia, Sabri Rasyid dan GM Witel Medan, Agung Tricahyono dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini sengaja dibuat per regional yang pertama kali digelar di Makasar, kedua di Surabaya dan Medan.

“Kita kerja sama dengan Publisiana bersama narasumber senior yang kenyang untuk dunia jurnalistik. Apalagi perkembangan media sudah sedemikian pesat, sehingga perlu penyesuaian dari para jurnalistik,” katanya.

Baca juga:RUU Penyiaran Ancam Kebebasan Pers

Disebutkan, Telkom selaku perusahaan publik butuh penyampaian informasi terbuka dan berkualitas kepada masyarakat. Dengan pelatihan yang dilakukan, diharapkan para rekan-rekan jurnalis dapat masukan terbaru untuk mewujudkan misinya sebagai penyampai informasi berkualitas kepada masyarakat.

“Tujuan pelatihan ini juga memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Telkom dan media, serta dalam rangka untuk menyampaikan business update,” terangnya.

Adapun kegiatan ini diikuti sebanyak 44 peserta dari media cetak dan online yang ada di Kota Medan.

Selain pemateri Rustam ada juga Imam Wahyudi dengan materi ‘Elemen Jurnalis’. Selanjutnya M Taufiqurohman dengan materi ‘New Gathering: Reporting, Riset dan Wawancara’. Nanang Junaedi dengan materi ‘Tehnik Penulisan Berita dan Bahasa Jurnalistik’ dan Wicaksono/Ndorokakung membawa materi ‘Media Sosial dan Artificial Intelligence (AI)’. (anita/hm16)

Related Articles

Latest Articles