Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

China dan Indonesia Sepakat Perkuat Kerja Sama Bilateral dan Multilateral di Forum PBB

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 09.16 WIB
china_dan_indonesia_sepakat_perkuat_kerja_sama_bilateral_dan_multilateral_di_forum_pbb

Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) bertemu dengan Menlu Indonesia Sugiono di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB di New York, pada 26 Mei 2026. (Foto: Antara/Xinhua/Li Rui)

news_banner

New York, MISTAR.ID

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan United Nations (PBB), Selasa . Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat pertukaran tingkat tinggi, kerja sama multilateral, dan hubungan bilateral.

Pertemuan berlangsung dalam forum pembahasan penegakan tujuan dan prinsip Piagam PBB serta penguatan sistem internasional yang berpusat pada PBB.

Dalam pertemuan itu, Wang Yi menyatakan China dan Indonesia sebagai negara berkembang dan emerging economy memiliki tanggung jawab bersama untuk memperkuat kerja sama serta menjaga otoritas dan posisi PBB di tengah situasi global yang dinilai penuh perubahan dan gejolak.

“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat perencanaan bersama untuk kerja sama, memperdalam koordinasi multilateral, dan mendorong pengembangan hubungan bilateral yang lebih besar,” ujar Wang Yi.

Sementara itu, Sugiono menegaskan Indonesia memandang penting hubungan dengan China dan siap memperkuat komunikasi di semua tingkatan serta memperdalam kerja sama pragmatis di berbagai sektor.

Menurut Sugiono, Indonesia juga akan menyediakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan China serta meningkatkan kolaborasi di bidang energi dan sumber daya mineral.

“Indonesia dan China akan terus meningkatkan level kemitraan strategis komprehensif kedua negara serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan pembangunan inklusif di kawasan,” katanya.

Selain membahas hubungan bilateral, kedua menteri luar negeri juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu internasional dan regional, termasuk situasi di Timur Tengah. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN