15.9 C
New York
Sunday, May 19, 2024

AS Bombardir 85 Titik Target di Iran dan Suriah

Damaskus, MISTAR.ID

Melalui udara, pihak Amerika Serikat (AS) membombardir 85 titik pada 7 tempat di Suriah dan Irak di daerah yang didukung militan Iran, Jumat (2/2/24) waktu setempat.

Serbuan itu ditandai akan sebagai permulaan awal dari rentetan serangan AS berskala lebih besar pada milisi dukungan Iran yang sebelumnya menyerbu pasukan Negara Paman Sam itu di Timur Tengah.

Awalnya serangan militan yang disokong Iran menewaskan 3 orang tentara AS dan 40 orang lainnya luka-luka di Yordania.

Baca juga:Tiga Tentaranya Tewas, AS Siapkan Respons Bertahap untuk Milisi Pro-Iran

Presiden AS, Joe Biden menegaskan, serbuan militer itu akan berlanjutkan. Menurutnya, AS tidak berkeinginan konflik di Timur Tengah atau dimana pun di dunia.

“Namun biarlah seluruh orang yang mungkin mau menyakiti kami mengetahui hal ini. Apabila anda menyakiti orang Amerika, kami akan menanggapi,” sebut Biden.

Serangan pada Jumat ini jauh lebih besar dibandingkan serbuan sebelumnya terhadap milisi yang didukung Iran dalam kurun beberapa pekan terakhir. Sebelumnya serbuan AS juga lebih terkonsentrasi pada penyimpanan senjata atau fasilitas pelatihan.

Baca juga:Amerika Serikat Setujui Serangan ke Target Iran di Suriah dan Irak

Hanya Washington mau mencegah maupun menghentikan serangan lebih lanjut, serta tetap menghindari konflik skala penuh dengan Iran di area yang sudah bergolak dampak agresi Israel di Jalur Gaza.

Komando Pusat AS mengkonfirmasi melalui pernyataan jika serbuan udara dilakukan terhadap Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dan kelompok milisi yang berafiliasi.

Disebutkan, serbuan lebih dari 85 sasaran melalui banyak pesawat termasuk pembom jarak jauh yang diterbangkan dari AS. Serangan memakai lebih dari 125 amunisi presisi.

Baca juga:AS Umumkan Serangan Balasan ke Iran, Timur Tengah Memanas

Fasilitas yang diserbu termasuk operasi komando dan kendali, pusat intelijen, roket dan rudal, penyimpanan kendaraan udara tak berawak, serta fasilitas rantai pasokan logistik, serta amunisi kelompok milisi maupun sponsor IRGC yang memfasilitasi serangan terhadap pasukan AS dan koalisi.

Direktur Kepala Staf Gabungan, Letjen Douglas Sims menuturkan, tempat serangan dipilih dengan rencana jika kemungkinan besar akan ada korban jiwa dari IRGC dan personel milisi lainnya.

Diketahui serangan itu terjadi segera usai Biden berjumpa dengan anggota keluarga tentara yang meninggal di Yordania. (cnn/hm16)

Related Articles

Latest Articles