Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Wartawan Dihalang-halangi saat Meliput Pendistribusian BBM di SPBU 13212110 Suka Raja Batu Bara

Mistar.idSabtu, 6 Desember 2025 12.18
journalist-avatar-top
EP
wartawan_dihalanghalangi_saat_meliput_pendistribusian_bbm_di_spbu_13212110_suka_raja_batu_bara

Sejumlah oknum melakukan penyulingan BBM diduga dilakukan pengepul atau rayap BBM di SPBU Sukaraja Kabupaten Batu Bara. (Foto: facebook warga/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Lagi-lagi tindakan menghalang-halangi tugas wartawan kembali terjadi di Kabupaten Batu Bara. Insiden menghalangi tugas wartawan terjadi di SPBU 13212110 Sukaraja Desa Sukaraja Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara.

Setelah insiden yang dialami Sholeh Pelka yang merupakan Wakil Ketua PC PWI Kabupaten Batu Bara yang terjadi pada Jumat (5/12/2025) siang. Insiden serupa terjadi terhadap Mariati AB seorang wartawati media online pada hari yang sama sekira pukul 22.00 WIB.

Akibat insiden tersebut, baik Sholeh Pelka maupun Mariati AB telah membuat pengaduan di Polsek Indrapura. Pengaduan tersebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Indrapura Ipda Evan Hutabarat, Sabtu (6/12/2025).

Mariati AB mengaku mendapat dorongan saat meliput antrian panjang di SPBU yang terletak di Jalinsum tersebut.

"Saat itu aku sedang mendokumentasikan antrian kenderaan yang mengisi BBM di SPBU tersebut. Tiba-tiba, beberapa orang datang mendekati dan langsung merampas ponsel dari tanganku serta menghapus foto dan video yang kuambil," kata Mariati.

Mariati mengatakan mereka yang diduga pengepul BBM alias rayap BBM juga mendorong-dorong dirinya saat terduga pengepul tersebut terpergok tengah menyuling BBM hingga mengakibatkan luka memar di tangan sebelah kiri Mariati.

Salah seorang yang diduga mendorong Mariati mengaku anak Nainggolan. Hanya saja tidak dirinci Nainggolan mana. Begitu pula Sholeh Pelka, menyebut dalam insiden tersebut saat dirinya mendokumentasikan antrean panjang BBM di SPBU Sukaraja pada Jumat siang.

"Tiba tiba-tiba seorang pembeli BBM bereaksi agresif, bukan hanya melontarkan ucapan bernada merendahkan profesi wartawan, pelaku juga mengayunkan tangan secara tidak pantas dan sempat merampas handphone yang saya pergunakan untuk bekerja," ujar Sholeh Pelka.

Melihat peristiwa yang dialami kedua wartawan saat menjalankan tugas jurnalistiknya, berbagai pihak mendesak Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson HH Nainggolan bertindak tegas menertibkan ulah orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan tinggi.

Permintaan tindakan tegas Kapolres Batu Bara disampaikan Ketua PC PWI Kabupaten Batu Bara M Amin, Ketua IWO Kabupaten Batu Bara Darmansyah dan Ketua Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Tipikor Alaiaro Nduru.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN