Monday, October 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Truk Patah As di Tanjakan Dairi, Pengusaha Akui Muatan Batu Melebihi Kapasitas

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 17.26 WIB
truk_patah_as_di_tanjakan_dairi_pengusaha_akui_muatan_batu_melebihi_kapasitas

Truk pengangkut batu yang biasa melintas di Dairi menuju Kota Medan. (Foto: Dok. Dishub Dairi)

Dairi, MISTAR.ID – Truk pengangkut batu yang melintas di ruas jalan Sidikalang-Jumateguh, Kabupaten Dairi, membawa muatan hingga 21 ton batu mengalami patah as dan mundur hingga menabrak kendaraan di belakangnya. Kedua kendaraan itu kemudian terjungkal di jalan tanjakan Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu, Sabtu (17/10/2026).

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menduga patahnya as truk Isuzu tersebut berkaitan dengan muatan batu yang berlebihan.

Sementara itu, salah satu sopir truk pengangkut batu yang dikonfirmasi Mistar, Senin (19/10/2026), menyebutkan berat kotor truk saat ditimbang di tempat pembongkaran di Medan mencapai 18 hingga 21 ton.

“Berat ini termasuk berat truk itu sendiri,” kata seorang sopir yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sedangkan pengusaha ekspedisi pengangkut batu gamping dari Dolok Siraut tujuan Medan, Budi Simanullang, membenarkan truk pengangkut batu rata-rata membawa muatan melebihi kapasitas.

“Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan harga batu dengan biaya operasional kendaraan dan sopir,” tuturnya.

Budi menyebutkan, truk Mitsubishi Fuso enam roda yang dimilikinya biasanya bisa membawa 31 ton muatan. Padahal, jika tanpa muatan, berat truk hanya sekitar 6 ton.

"Harga batu yang dijual di Patumbak dan Tanjung Morawa seharga Rp185 per kilogram. Jadi, kapasitas di atas 20 ton harus dibawa oleh truk agar bisa menutupi biaya operasional," kata Budi.

Ia menjelaskan, uang jalan sopir untuk rute Sidikalang-Medan bervariasi berdasarkan jenis kendaraan. Untuk dump truk Canter dan Isuzu enam roda, biayanya berkisar Rp1 juta hingga Rp1,3 juta. Sementara untuk dump truk Fuso mencapai Rp1,9 juta.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Dairi, Untung Roy Boy Nahampun, belum memberikan tanggapan mengenai masalah ini.

Saat dihubungi Mistar melalui telepon dan WhatsApp, Senin (19/10/2026), Untung hanya mengatakan Kabupaten Dairi belum memiliki timbangan truk atau jembatan timbang.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN