Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Menko PMK Tinjau Bencana Banjir Batang Toru, Bahas Kebutuhan Mendesak Korban

Mistar.idMinggu, 30 November 2025 20.32
JS
MI
menko_pmk_tinjau_bencana_banjir_batang_toru_bahas_kebutuhan_mendesak_korban

Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu meninjau lokasi bencana banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. (foto:iqbal/mistar)

news_banner

Tapsel, MISTAR.ID

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (30/11/2025).

“Ya, kami dari pemerintah pusat, kementerian, lembaga dan sebagainya diperintahkan Presiden untuk secara penuh mengerahkan kekuatan nasional untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumbar, dan di Sumut ini,” ujar Pratikno usai melakukan peninjauan.

Pratikno mengatakan masyarakat yang terdampak banjir saat ini memiliki banyak kebutuhan yang harus segera dicarikan solusinya, khususnya terkait proses pembersihan puing-puing banjir bandang.

“Kita lihat warga di sini membutuhkan logistik, tempat tinggal, makanan, pakaian, alat komunikasi, jembatan. Ini jadi PR yang sangat berat. Dan kita lihat di sini masih ada kebutuhan bantuan untuk pembersihan sisa-sisa material,” ucapnya.

Untuk itu, ia menyampaikan bahwa dengan dibantu BNPB dan pemerintah setempat akan dikerahkan alat berat serta alat pemotong kayu, mengingat banjir bandang membawa tumpukan kayu besar. “Tadi sudah kita bicarakan, kita akan dukung dengan alat-alat berat, alat potong kayu. Itu semua tugas kita,” ujarnya.

Pratikno juga mengatakan pihaknya telah meminta BUMN (Badan Usaha Milik Negara) membantu menormalkan aliran listrik dalam waktu dekat karena sangat penting untuk kebutuhan air bersih.

“Lalu listrik, banyak tower-tower yang runtuh. Oleh karena itu kita bicarakan dengan Dirut BUMN, dalam jangka pendek akan diaktifkan. Yang penting masyarakat bisa dapat listrik yang nantinya juga berpengaruh kepada air bersih,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengaku prihatin dan kaget melihat kondisi bencana di Tapsel, di mana 13 dari 15 kecamatan terdampak.

“Kita cukup surprise dengan keadaan di sini. Kalau dibanding dengan daerah lain di Sumatera Utara (Sumut), Tapsel ini cukup perlu jadi perhatian. Sehari setelah kejadian kami sudah di sini melihat kondisi. Jadi pemerintah kabupaten jangan takut, kita koordinasi terus untuk percepatan pemulihan ini,” tuturnya.

Suharyanto berharap masyarakat serta petugas gabungan terus berdoa dan berusaha agar bencana segera berlalu.

“Beberapa hari ini cuaca panas ya, tapi ini sebenarnya dampak modifikasi cuaca yang dilakukan. Tetap waspada, karena akhir tahun memang musimnya hujan. Maka dari itu, kita sama-sama berharap agar kondisi bisa kembali normal,” katanya. (hm16)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN