Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Konflik Rumah Tangga Jadi Konsumsi Publik, IRT di Medan Sebut Anak-anak Terganggu Mental

Mistar.idSabtu, 11 April 2026 00.03
journalist-avatar-top
AS
konflik_rumah_tangga_jadi_konsumsi_publik_irt_di_medan_sebut_anakanak_terganggu_mental

Sartika Hutauruk memperlihatkan surat pernyataan yang dibuat suaminya RT atas pemalsuan dokumen yang dilakukannya dan membohongi pihak gereja. (foto: Putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Viralnya di media sosial konflik rumah tangga seorang ibu rumah tangga (IRT) di Medan disebut berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak-anaknya.

Perempuan bernama Sartika Hutauruk mengaku persoalan rumah tangganya dengan sang suami, RT kini telah menjadi konsumsi publik. Setelah berbagai unggahan foto dan video beredar di TikTok.

Ia menyebut perempuan yang diduga menjadi orang ketiga, LP, kerap mengunggah foto kebersamaan dengan suaminya dan seorang anak dari hubungan tersebut.

Tak hanya itu, berbagai pertemuan hingga aktivitas bersama disebut sengaja dipertontonkan ke publik, termasuk saat berada di hotel.

“Ini sangat mengganggu mental anak-anak, karena semua jadi konsumsi publik,” katanya, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, anak-anaknya mulai menunjukkan perubahan sikap dan mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan luka batin akibat konflik berkepanjangan itu.

“Ada bahasa dari anak-anak, ayah itu jahat, ayah sudah sama perempuan itu. Mereka bilang tidak mau dekat lagi,” tuturnya sembari menangis.

Ia mengaku tidak hanya anak-anak, dirinya sendiri juga mengalami tekanan mental akibat hujatan dan fitnah yang beredar di media sosial.

Perempuan berusia 38 tahun itu merasa narasi yang berkembang justru memposisikannya seolah menjadi pihak yang bersalah. Padahal menurutnya dugaan perselingkuhan dilakukan oleh suaminya.

“Seolah-olah pelaku dari semua ini saya, padahal ini kerjaan suami saya,” ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut segera selesai agar tidak terus menjadi bahan perbincangan publik dan memperburuk kondisi mental anak-anaknya.

“Yang saya pikirkan anak-anak. Saya malu dan kasihan psikis mereka,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN