Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kepergian Korban Pembunuhan Suaminya di Medan Helvetia Masih Menyisakan Duka Bagi Keluarga

Mistar.idMinggu, 28 Desember 2025 21.29
journalist-avatar-top
AS
kepergian_korban_pembunuhan_suaminya_di_medan_helvetia_masih_menyisakan_duka_bagi_keluarga

Orang tua korban, Siti Amnah saat menceritakan kejanggalan yang dialami keluarga. (foto: Putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepergian korban pembunuhan, Nur Sri Wulandari Lubis yang dilakukan suaminya, hingga kini masih menyisakan duka bagi keluarga. Pasalnya, salah seorang anaknya yang masih berusia 5 tahun kerap mencari keberadaan ibunya.

Hal itu diungkapkan salah seorang keluarganya, Fatimah Hani. Dijelaskannya, dari awal keluarga sudah curiga jika kematian Nur Sri Wulandari Lubis tidak wajar. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda Wulan mengalami sakit.

"Anaknya ada umur 5 tahun. Sampai sekarang masih nyari bundanya. Dari awal kami memang sudah curiga matinya itu gak wajar. Curiganya kan nggak ada tanda-tanda sakit. Terus ada keluarga yang kemasukan. Kayaknya ruhnya. Terus dia bilang dibunuh sama suaminya," katanya, Minggu (28/12/2025).

Dijelaskannya, Kamis (30/10/2025) komunikasi Nur Sri Wulandari Lubis dengan keluarganya masih berjalan. Ia menelepon orang tuanya dan saling bertukar kabar. Namun paginya, orang tuanya, Siti Amnah diberi kabar oleh Asrizal jika korban tak bangun dari tidur.

"Malam jam 10 malam masih komunikasi, video call sama mamak. Nggak ada tanda-tanda apapun," tuturnya.

Menurut Fatimah, pihak keluarga tidak mengetahui ada tidaknya Nur Sri Wulandari mengalami kekerasan. Namun keluarga mengetahui jika ia kerap dikurung di dalam rumah.

"Kalau dipukuli kami nggak tau. Tapi jelas-jelas dia selalu dikurung di dalam rumah. Kami tau, cuma kami nggak bisa buat apa-apa karena itu rumah tangga mereka dan dia juga nggak mau cerita ke kami," ujarnya.

Sementara orang tua Nur Sri Wulandari Lubis, Siti Amnah mengatakan, anaknya sejatinya sangat taat kepada tersangka sebagai seorang istri. Meski kerap dikurung di dalam rumah, Nur Sri Wulandari Lubis enggan mengeluh.

"Sewaktu buat surat perjanjian itu, dia sempat nggak dikurung. Tapi cuma beberapa hari. Habis itu dikurung lagi. Saya tanya sama anak saya, nggak papa lah mak katanya. Di rumah kan awak enak, cuma masak, makan, tidur sama ngurus rumah aja katanya gitu," katanya menirukan ucapan anaknya.

Selain itu, pengabdian Nur terhadap suaminya juga terlihat dengan perlakuan sehari-hari. Bahkan, Nur Sri Wulandari kerap terlihat melayani suaminya dengan menyuapi saat makan. Keluarga pun tak menduga jika Asrizal nekat melakukan pembunuhan tersebut.

"Makan pun sering ku lihat disulangi anak ku. Makanya kejam kali dia buat sama anak ku," ucapnya menangis.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN