Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Cipayung Plus Asahan Desak Transparansi Polisi soal Kematian Pria Tenggelam di Pulau Rakyat

Mistar.idSabtu, 28 Februari 2026 12.25
AN
PR
cipayung_plus_asahan_desak_transparansi_polisi_soal_kematian_pria_tenggelam_di_pulau_rakyat

Kelompok Cipayung Plus saat menggelar diskusi kasus atas kematian Awaludin dan dugaan keterlibatan aparat di dalamnya. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Kematian Awaludin Nasution, 40 tahun, warga Dusun I, Desa Pulau Rakyat Tua, yang tenggelam di Sungai Asahan pada Minggu (22/2/2026) lalu sekitar pukul 14.00 WIB, terus menyita perhatian publik.

Kali ini, sorotan datang dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Asahan. Mereka secara terbuka menyatakan kecurigaan terhadap peran aparat kepolisian dalam insiden yang berujung hilangnya nyawa warga tersebut.

Informasi yang berkembang menyebutkan, sebelum ditemukan tenggelam di aliran Sungai Asahan, korban diduga berlari ke arah bawah jembatan saat didatangi petugas kepolisian. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara detail alasan korban berada di tengah arus sungai yang dikenal cukup deras itu.

Dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media, Sabtu (28/2/2026) malam, kecurigaan Cipayung Plus semakin menguat setelah muncul informasi bahwa proses pencarian korban tidak dilakukan pada hari kejadian. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, upaya pencarian baru dilakukan pada keesokan harinya.

Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Asahan, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menyatakan akan mengawal ketat proses pengusutan kasus ini.

Bagi kalangan mahasiswa, respons lambat dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa menjadi persoalan serius. Sebab, banyak sumber menyebutkan saat korban pertama kali tenggelam ada aparat berada di lokasi.

“Kami mengumpulkan beberapa informasi. Di tengah berkembangnya isu, muncul dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial Aipda R dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait posisi maupun peran oknum yang disebut-sebut berada di lokasi saat kejadian,” kata Ryandavi Lesmana, Ketua IMM Asahan.

Ketiadaan penjelasan detail membuat ruang spekulasi semakin melebar di tengah masyarakat Pulau Rakyat dan sekitarnya. Warga mempertanyakan bagaimana kronologi sebenarnya hingga korban diduga masuk ke Sungai Asahan.

Ryandavi Lesmana menegaskan, pihaknya mendesak Kapolres Asahan untuk membuka seluruh fakta secara terang benderang kepada publik.

“Kami tidak ingin ada informasi yang ditutup-tutupi. Jika memang ada dugaan kelalaian atau keterlibatan oknum, maka harus diperiksa secara profesional dan transparan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Mereka juga meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran yang bertugas saat kejadian, termasuk klarifikasi resmi terkait alasan penundaan pencarian korban di Sungai Asahan.

“Pihak kepolisian belum memberikan keterangan rinci mengenai kronologi lengkap peristiwa tenggelamnya Awaludin Nasution di Pulau Rakyat. Publik kini menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif,” ujarnya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN