Bunuh Pacar karena Selingkuh, Pria Asal Belawan Dituntut 12 Tahun Penjara

Sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Sabar Siregar alias Regar yang diikuti terdakwa secara virtual. (Foto: Deddy/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sabar Siregar alias Regar, seorang pria asal Jalan Pulau Halmahera, Kecamatan Medan Belawan, dituntut 12 tahun penjara karena nekat membunuh pacarnya yang bernama Erlince Br. Siadari di Medan Labuhan usai ketahuan selingkuh.
Tuntutan hukuman tersebut diucapkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Belawan, Jennifer Sylvia Theodora, dalam persidangan yang digelar di Ruang Sidang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (21/1/2026) petang.
"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Sabar Siregar alias Regar dengan pidana penjara selama 12 tahun," ucapnya di hadapan majelis hakim diketuai Eliyurita dan terdakwa yang mengikuti persidangan secara virtual.
Jaksa menilai perbuatan pria berusia 42 tahun itu telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana pembunuhan dalam Pasal 338 KUHP sebagaimana telah diubah dengan Pasal 456 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP sesuai dengan dakwaan kesatu subsider.
Atas tuntutan tersebut, hakim memberikan kesempatan kepada Sabar untuk menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) pada Rabu (28/1/2026) mendatang.
Menurut surat dakwaan, kasus ini berawal dari hubungan asmara (pacaran) antara Sabar dengan Erlince yang sudah berjalan sekitar setahun. Sabar sering tinggal atau tidur di warung kopi/tuak milik Erlince di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.
Usut punya usut, Erlince ternyata memiliki pria simpanan atau selingkuhan. Hal itu rupanya diketahui Sabar dan Sabar pun cemburu. Seketika muncul niat Sabar untuk membunuh selingkuhan Erlince. Sabar mencari-cari keberadaan selingkuhan Erlince pada Rabu (25/6/2025) malam.
Setelah lama mencari, Sabar tidak berhasil menemukan selingkuhan Erlince, sehingga niat membunuh tersebut beralih ke Erlince. Aksi pembunuhan tersebut pun terjadi di ruangan kecil di warung kopi/tuak Erlince pada hari dan malam yang sama.
Sabar tega menusuk tubuh Erlince dengan menggunakan pisau dapur hingga tewas. Setelah itu, Sabar melarikan diri dan meninggalkan Erlince yang sudah terkapar dengan kondisi berlumuran darah. (hm20)





















