Aksi Massa di Polres Dairi Ricuh, Sejumlah Polisi Terluka Dilempari Batu

Aksi massa mendatangi Polres Dairi menuntut pembebasan pria bernama Pangihutan Sijabat yang menjadi tersangka pembakaran aset PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti) di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Jumat (12/9/2025). (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Sejumlah petugas kepolisian mengalami luka-luka setelah dilempari batu oleh massa dari Desa Parbuluan VI saat aksi di Polres Dairi Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Rabu (12/11/2025).
Dari pantauan Mistar, polisi yang mengalami luka telah dibawa ke RSUD Sidikalang dan RS Serenapita.
Massa mendatangi Polres Dairi sejak pukul 10.00 WIB karena menuntut pembebasan pria bernama Pangihutan Sijabat yang menjadi tersangka pembakaran aset PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti) di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Jumat (12/9/2025).
Sedikitnya, menurut pantauan Mistar, ada 10 mobil pick up berisi batu, kayu, pasir, dan disuga air cabai yang dibawa masyarakat ke Polres Dairi.
Salah satu orator mempertanyakan penangkapan Pangihutan Sijabat. Namun, aksi ricuh setelah adanya aksi dorong antara petugas dan masyarakat.
Menanggapi masalah ini, Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan mengatakan belum bisa memberikan keterangan karena kasus tersebut masih diproses pihaknya. “Nanti ya. Tunggu dari Humas saja. Tunggu prosesnya lengkap dahulu,” kata Otniel.
Akibat pelemparan oleh massa, polisi mengamankan puluhan orang.
Diketahui sebelumnya sarana dan prasarana milik PT Gruti Wilayah Tele II, di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, dirusak oleh massa, Rabu (15/10/2025). Kejadian ini merupakan pengrusakan yang kedua kalinya.
Penanggung Jawab Lapangan PT Gruti, Kery Sinaga, kepada Mistar melalui pesan WhatsApp. Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari karyawan di lapangan, massa yang datang menumpang lima unit mobil dan belasan sepeda motor langsung melakukan aksi pengrusakan.
“Menurut karyawan, massa datang bersamaan dengan kunjungan Anggota DPR RI Bane Raja Manalu. Tapi, setahu pihak perusahaan, tidak ada pemberitahuan atau jadwal kunjungan resmi dari beliau ke lokasi,” kata Kery.
Sedangkan perwakilan masyarakat Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Pangihutan Sijabat, membantah keras tudingan jika masyarakat yang sudah merusak aset PT Gruti.
"Itu tidak benar. Berita masyarakat merusak aset tidak sesuai fakta. Kegiatan masyarakat hari itu juga disaksikan langsung oleh Kapolsek Parbuluan dan jajarannya. Kami tiba di lokasi justru melihat beberapa oknum anggota TNI sudah berada di sana. Jadi, kami minta Saudara Kery (perwakilan PT Gruti) menjelaskan tudingan tersebut secara terbuka," kata Pangihutan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan masyarakat sebenarnya sudah melaporkan dugaan perambahan hutan yang dilakukan PT Gruti ke Polres Dairi. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari kepolisian. (hm20)
BERITA TERPOPULER





















