Sutradara Kiran Rao dan Politikus Abhijeet Dipke Bela Imran Khan

Kiran Rao dan Abhijeet Dipke (foto: IMBD - Highland Post)
Mumbai, MISTAR.ID - Sutradara Kiran Rao dan pendiri Cockroach Janta Party (CJP), Abhijeet Dipke, menyuarakan dukungan kepada aktor Bollywood Imran Khan setelah otoritas imigrasi India memerintahkannya meninggalkan negara tersebut paling lambat 28 Oktober 2026.
Dukungan keduanya muncul setelah Imran menerima pemberitahuan dari Foreigners Regional Registration Office (FRRO) di Mumbai menyusul keikutsertaannya dalam demonstrasi yang menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar.
Kiran Rao mempertanyakan tindakan otoritas terhadap aktor berusia 43 tahun tersebut. Melalui unggahan di media sosial pada Kamis (15/10/2026), mantan istri Aamir Khan itu menyoroti kedekatan Imran dengan India, negara tempat sang aktor menghabiskan sebagian besar hidupnya.
“43 tahun. 40 tahun di antaranya di India. Bersekolah di sini, bekerja di sini, meraih kesuksesan di sini, mengalami kegagalan di sini, mencintai di sini, dan berjuang di sini,” tulis Kiran, seperti dikutip The Statesman, Jumat (16/10/2026).
Kiran juga menunjukkan ketidakpercayaannya terhadap pemberitahuan tersebut melalui komentar, “Wah, sekarang polisi Mumbai?”
Sehari sebelumnya, dukungan serupa datang dari Abhijeet Dipke. Ia meminta industri perfilman Hindi tidak tinggal diam menghadapi persoalan yang menimpa Imran. Pendiri CJP tersebut menyampaikan seruannya melalui Instagram, sebagaimana dilaporkan The Indian Express pada Kamis (15/10/2026).
“Bollywood, bersuaralah! Jika bukan demi orang lain, setidaknya berdirilah membela salah satu dari kalian sendiri!” tulis Dipke.
Ia menilai industri film seharusnya menunjukkan solidaritas kepada sesama anggotanya yang sedang menghadapi persoalan. Seruan tersebut sekaligus menyoroti minimnya suara dari kalangan Bollywood terkait pemberitahuan yang diterima Imran.
Dipke juga mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap Imran dan warga negara asing lainnya yang menyampaikan pandangan politik di India. Dalam unggahan terpisah, ia menyinggung penyanyi asal Amerika Serikat, Mary Millben, yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Partai Bharatiya Janata (BJP).
Persoalan yang dihadapi Imran bermula dari keikutsertaannya dalam demonstrasi di August Kranti Maidan, Mumbai, pada 10 Oktober 2026. Aksi tersebut menuntut pengunduran diri Gyanesh Kumar terkait persoalan revisi daftar pemilih.
Imran diketahui memegang paspor Amerika Serikat dan berstatus Overseas Citizen of India (OCI). Pemberitahuan agar dirinya meninggalkan India diterbitkan setelah pemimpin BJP, Kirit Somaiya, mengajukan pengaduan dengan dugaan pelanggaran ketentuan status OCI akibat keikutsertaan Imran dalam demonstrasi.
Menurut laporan The Indian Express, Imran tengah mempersiapkan gugatan terhadap pemberitahuan FRRO tersebut melalui Pengadilan Tinggi Bombay. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Pemeran Utama Fourth Wing Terungkap, Ini Sosok Violet dan Xaden






















































