Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Reza Rahadian Angkat Kisah Neneknya dalam Film Casparina

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 14.28 WIB
reza_rahadian_angkat_kisah_neneknya_dalam_film_casparina

Reza Rahadian. (Foto: Tempo)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian memperkenalkan proyek film terbarunya berjudul Casparina, yang mengangkat kisah neneknya, Francisca Casparina Fanggidae, seorang jurnalis yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia pada 1965 dan baru kembali ke Tanah Air puluhan tahun kemudian.

Proyek film tersebut menjadi bagian dari Asian Project Market, yang berlangsung dalam rangkaian Asian Contents & Film Market (ACFM) di Busan International Film Festival, Korea Selatan.

Film Casparina terinspirasi dari pengalaman Francisca yang kewarganegaraannya dicabut pada 1965. Peristiwa tersebut membuatnya terpisah dari enam anaknya dan menjalani pengasingan selama 32 tahun.

Dalam film ini, tokoh utama bernama Rina, seorang jurnalis yang terpaksa hidup di pengasingan karena menentang pemerintah. Setelah 34 tahun, sebuah surat memberitahunya bahwa rezim lama telah runtuh dan ia dapat kembali ke Tanah Air.

Rina kemudian pulang untuk menemui anak-anaknya, Andi dan Lila, yang telah dewasa dan menjalani kehidupan tanpa kehadirannya. Kepulangan tersebut mempertemukan mereka dengan luka dan kemarahan akibat perpisahan selama bertahun-tahun.

Seiring berjalannya cerita, Rina dan anak-anaknya berusaha membangun kembali hubungan yang terputus sekaligus memahami pengorbanan yang telah dilakukan sang ibu untuk negara dan keluarganya.

Reza mengatakan, dirinya tertarik mengangkat kisah keibuan dari sudut pandang anak-anak yang kehilangan sosok ibu. Menurutnya, latar sejarah film tersebut juga penting karena menggambarkan masa ketika kewarganegaraan seseorang dapat dicabut secara paksa dan tiba-tiba.

“Ini adalah cerita yang sangat penting bagi saya,” ujar Reza, dikutip dari Variety, Senin (12/10/2026).

Ia berharap film tersebut dapat mengajak penonton memahami bahwa pilihan-pilihan sulit memiliki konsekuensi dan terkadang dipengaruhi kekuatan yang tidak terlihat.

Reza juga ingin menggambarkan arti ketidakhadiran seorang ibu selama puluhan tahun serta dampaknya terhadap anak-anak yang tidak dapat secara terbuka mengakui identitas ibu mereka karena berisiko membahayakan keselamatan.

Produser film, Arya Ibrahim dan Gita Fara, menyebut Casparina sebagai kisah tentang gejolak politik 1965 yang memisahkan keluarga dan menyebabkan banyak orang kehilangan kewarganegaraan hingga hidup dalam pengasingan.

Menurut mereka, Francisca kehilangan kewarganegaraannya ketika sedang mewakili Indonesia dalam sebuah forum internasional. Ia kemudian meninggalkan enam anaknya dan menjalani pengasingan, mula-mula di Beijing, China, lalu di Belanda, sebelum akhirnya kembali terhubung dengan keluarganya.

Para produser menilai kisah tersebut penting untuk memahami sejarah dan identitas Indonesia. Mereka menyebut Francisca sebagai korban sebuah zaman dan berharap film ini menjadi pengingat agar kesalahan serupa tidak terulang.

Saat ini, Casparina masih berada pada tahap awal penulisan skenario. Reza menulis naskah film tersebut bersama Kamila Andini.

Melalui partisipasi dalam Asian Project Market di Busan, para produser berharap dapat bertemu calon mitra dan kolaborator, memperoleh pendanaan, serta membuka peluang koproduksi internasional.

Sebelumnya, film panjang debut Reza sebagai sutradara, Pangku atau On Your Lap, meraih empat penghargaan dalam ajang Busan Vision Awards 2025, termasuk penghargaan penonton dan FIPRESCI. (hm25/kompas.com)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN