Profil Putri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng

Putri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng. (Foto: Instagram @agnesrahajeng)
Jakarta, MISTAR.ID
Mahkota Puteri Indonesia 2026 resmi diraih Agnes Aditya Rahajeng, wakil dari Banten, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat (24/4/2026) malam.
Agnes sukses mengungguli tiga finalis lain di babak empat besar, yakni Victoria Kosasieputri dari Bali, Karina Moudy Widodo dari DKI Jakarta 3, dan Gisela Belicia dari DKI Jakarta 2.
Penampilannya yang tenang, tegas, dan penuh percaya diri saat sesi tanya jawab membuat dewan juri menjatuhkan pilihan kepadanya. Setelah dinyatakan sebagai pemenang, Agnes dimahkotai langsung oleh Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri.
Tak hanya meraih gelar utama, Agnes juga membawa pulang penghargaan Baju Tradisional Terbaik Puteri Indonesia 2026. Pada sesi tersebut, ia tampil dengan busana dominan perak yang terinspirasi dari badak bercula satu, lengkap dengan ornamen khas yang mencuri perhatian.
Sebagai pemenang, Agnes berhak menerima beasiswa pascasarjana program Pembangunan Berkelanjutan dari Universitas Indonesia. Tiga finalis lainnya juga mendapatkan beasiswa serupa.
Profil Agnes Rahajeng
Agnes Aditya Rahajeng lahir pada 13 Januari 2000 di California, Amerika Serikat. Kedua orang tuanya, Christoporus Harno dan Maria Ekawati, berasal dari Blora, Jawa Tengah.
Ia sempat tinggal di California sebelum kemudian pindah ke Bali dan tumbuh besar di sana. Dalam 10 tahun terakhir, Agnes bersama keluarganya menetap di Banten.
Agnes merupakan adik dari Maria Rahajeng dan Elizabeth Rahajeng. Maria dikenal sebagai pemenang Miss Indonesia 2014 saat mewakili Sulawesi Barat. Pada malam final Puteri Indonesia 2026, kedua kakaknya bersama orang tua mereka turut hadir memberikan dukungan langsung.
Perempuan berusia 26 tahun itu merupakan lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan. Sebelum menjadi Puteri Indonesia, ia aktif sebagai kreator konten di bidang beauty dan fashion dengan lebih dari 100 ribu pengikut di Instagram.
Dalam video profil resminya, Agnes menilai profesinya sebagai kreator konten menjadi jalan untuk menghadirkan dampak sosial dan lingkungan.
“Sebagai kreator konten, saya sadar bahwa suara bisa menjadi jembatan. Dari kesadaran, lahir kepedulian; dari kepedulian, lahir aksi. Kita tidak hanya mewarisi dunia, tetapi juga ikut membentuknya dari hal-hal kecil setiap harinya,” ujar Agnes.
Bersama kedua kakaknya, Agnes juga mendirikan social enterprise bernama Rahajeng Closet pada 2023. Platform ini hadir dari kepedulian mereka terhadap isu sosial dan lingkungan, khususnya limbah dari industri fashion dan beauty.
Melalui Rahajeng Closet, mereka menjual barang baru yang tidak terpakai maupun barang bekas layak pakai lewat live shopping dan garage sale. Seluruh keuntungan kemudian disalurkan ke berbagai yayasan sosial, mulai dari bantuan hukum korban kekerasan, pendidikan anak, panti asuhan, hingga shelter hewan.
“Bagian terfavorit kami, lewat komunitas ini, kita bisa membantu 100 siswa buat terus bersekolah. Bagi saya, ini lebih dari sekadar proyek. Rahajeng Project adalah cara kami untuk membagikan rezeki kami kepada banyak orang,” kata Agnes. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
El Rumi dan Syifa Hadju Menikah Hari IniNEXT ARTICLE
Once Absen di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

















