Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Skema Pinjaman Beragunan Dana Desa Dinilai Mampu Melipatgandakan Pembangunan dan Ekonomi Desa

Mistar.idRabu, 19 November 2025 19.42
journalist-avatar-top
AA
skema_pinjaman_beragunan_dana_desa_dinilai_mampu_melipatgandakan_pembangunan_dan_ekonomi_desa

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin. (Foto: istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Skema pinjaman menggunakan anggaran desa sebagai agunan bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan kepada Koperasi Desa Merah Putih dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak geliat ekonomi di tingkat desa.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa skema ini dapat melipatgandakan dana pembangunan desa.

"Jika melihat skema pinjaman yang akan diberikan perbankan kepada Koperasi Desa Merah Putih, di mana 30 persen dari total pembiayaan menjadikan anggaran desa sebagai agunan, maka pada dasarnya anggaran pembangunan yang disalurkan melalui koperasi akan menjadi tiga kali lebih besar dari anggaran semula," kata Gunawan, Rabu (19/11/2025).

Ia menilai bahwa gelontoran dana dalam jumlah besar ini akan memperluas ruang bagi perekonomian desa atau kelurahan untuk tumbuh.

Meski optimistis terhadap dampak makroekonomi, Gunawan mengingatkan bahwa keberhasilan di tingkat desa sangat bergantung pada pengelolaan koperasi.

"Terkait potensi risiko bagi ekonomi desa atau kelurahan, maka anggaran tersebut akan sangat bergantung pada keberhasilan eksekusi yang dilakukan pengurus koperasi," ujarnya.

Ia menyarankan agar program kerja koperasi harus diperhitungkan secara matang, dapat dieksekusi, dan disertai pengawasan ketat sejak awal.

Dari perspektif makro, Gunawan menilai tidak ada dampak buruk langsung bagi perekonomian desa karena adanya peredaran dana yang besar. Namun, risiko yang paling mungkin muncul adalah kredit macet yang harus ditanggung Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, Gunawan menyebut skema ini juga berpotensi menciptakan seleksi alam. "Kegagalan dalam mengeksekusi anggaran akan membuat desa atau kelurahan kehilangan potensi pengembangan ekonomi di masa mendatang," ujarnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN