Rupiah Melemah ke Rp16.982 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Ilustrasi nilai tukar rupiah. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan, Senin (30/3/2026) pagi. Mata uang Indonesia berada di level Rp16.982 per dolar AS, turun tipis sekitar 2 poin atau 0,01% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan laporan CNN Indonesia, pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas berada di zona merah. Baht Thailand, yuan China, peso Filipina, dan won Korea Selatan kompak melemah. Sementara itu, yen Jepang justru menguat sekitar 0,21%.
Di sisi lain, dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga mengalami pelemahan tipis pada awal perdagangan hari ini.
Berbanding terbalik dengan Asia, mata uang negara maju justru menunjukkan penguatan. Euro, poundsterling Inggris, dan franc Swiss sama-sama berada di zona hijau. Penguatan juga terjadi pada dolar Australia dan dolar Kanada.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sentimen global yang memburuk serta kenaikan harga minyak dunia.
Selain itu, penguatan dolar AS juga didorong oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, masih berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini, bukan menurunkannya.
Meski demikian, Lukman memperkirakan Bank Indonesia berpeluang melakukan intervensi jika rupiah terus mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Ilustrasi IHSG. (foto: bisnis/mistar)
IHSG Turun ke Zona Merah
Pasar saham domestik juga mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan bergerak di zona merah.
Mengacu data dari RTI Business, Senin (30/3/2026), IHSG berada di level 6.960 pada pukul 09.07 WIB, turun 1,92% atau 136 poin dari posisi pembukaan di 7.020.
Sepanjang sesi pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.024 dan terendah di 6.956. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 114 saham menguat, 443 saham melemah, dan 147 saham stagnan.
Volume transaksi tercatat mencapai 2,19 miliar saham dengan nilai sekitar Rp1,74 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 198.914 kali.
Secara kinerja, IHSG masih menunjukkan tren pelemahan. Dalam tiga bulan terakhir, indeks turun 19,22% dan sepanjang tahun 2026 melemah 19,46%. Secara bulanan, IHSG juga turun 17,06%, meski dalam enam bulan terakhir sempat mencatat kenaikan 10,12%.
PREVIOUS ARTICLE
Konflik Timur Tengah Meluas, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam






















