5.8 C
New York
Tuesday, March 5, 2024

Rupiah Masih Sideways Meski Imbal US Treasury di Bawah 4,2%

Medan, MISTAR.ID

Mata uang rupiah kembali diselimuti kabar baik seiring dengan anjloknya imbal hasil US Treasury di bawah 4.2%. Analisis Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan imbal hasil US Treasury 10 tahun sebesar 4.171%, walaupun di sisi lainnya besaran USD Index yang justru sempat naik melewati level 104.

Sehingga pergerakan mata uang rupiah diproyeksikan masih berpotensi untuk bergerak sideways.

“Mata uang Rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.450 hingga 15.550 per US Dolar pada perdagangan hari ini. Pada sesi perdagangan pagi ini, mata uang rupiah ditransaksikan stabil di level 15.505 per US Dolar. Sulit bagi Rupiah untuk menguat lebih jauh ditengah tekanan mata uang US Dolar yang tercermin dari membaiknya kinerja USD Index,” jelasnya pada mistar.id, Rabu (6/12/23).

Di sisi lainnya, Gunawan menjelaskan kinerja IHSG diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini.

Baca juga: Akhir Pekan, IHSG dan Rupiah Berkonsolidasi

“Bursa di kawasan asia masih belum mendapatkan dorongan untuk menguat lebih jauh. Sementara anomali yang terjadi pada IHSG lebih didorong oleh derasnya capital inflow yang masuk ke pasar keuangan,” imbuhnya.

Kemudian katanya, aksi window dressing juga menjadi salah satu katalis penguatan pada kinerja IHSG. Namun, secara teknikal IHSG terpantau masih kesulitan untuk menembus level psikologis 7.100.

“Pada perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 7.030 hingga 7.100. Dan di sesi perdagangan pagi ini IHSG terpantau sedikit mengalami pelemahan di level 7.096,” ungkapnya

Sementara itu, harga emas dunia masih mengalami tekanan pada perdagangan pagi ini.

Baca juga: Lewat Bank Sampah di Sidamanik, Limbah Rumah Tangga Disulap Jadi Pundi-Pundi Rupiah

“Harga emas turun di level $ 2.019 per ons troy. Pada dasarnya harga emas tidak mendapatkan kabar buruk khususnya dari perubahan data ekonomi AS yang mendukung penguatan kinerja mata uang US Dolar,” katanya lagi.

Mengakhiri pernyataannya, Gunawan mengatakan harga emas masih berpeluang menguat.

“Seiring dengan membaiknya sisi fundamental yang mendorong penguatan harga emas dalam jangka pendek. (Dinda/hm20)

Related Articles

Latest Articles