Penyebab IHSG Anjlok 2 Persen Siang Ini

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam menjelang akhir sesi I perdagangan Selasa (19/5/2026). Hingga pukul 11.11 WIB, IHSG anjlok 2 persen atau turun 136,33 poin ke level 6.462,91. Pelemahan bahkan berlanjut hingga menyentuh level terendah di posisi 6.428,63.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 525 saham melemah, 183 saham menguat, dan 251 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,98 triliun dengan volume perdagangan 19,56 miliar saham dari 1,4 juta kali transaksi.
Koreksi tajam hari ini melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin (18/5/2026), IHSG sempat turun lebih dari 4 persen sebelum akhirnya ditutup melemah 1,85 persen.
Berdasarkan data Refinitiv, hampir seluruh sektor berada di zona merah, kecuali sektor kesehatan. Sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 7,4 persen seiring koreksi tajam saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 15 persen dan menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif 11,16 poin. Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang tekanan 10,94 poin, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 8,97 poin, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 7,5 poin.
Tiga dari empat saham tersebut sebelumnya diketahui dikeluarkan dari indeks MSCI. Tekanan terhadap IHSG disebut semakin besar setelah sejumlah saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.
Sentimen negatif juga datang dari FTSE Russell yang memberikan sinyal terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari indeksnya.
Dalam pengumuman bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis pada 13 Mei 2026, FTSE menyatakan saham perusahaan yang mendapat peringatan konsentrasi kepemilikan dari otoritas bursa dan pasar modal dapat dikeluarkan dari indeks pada tinjauan berikutnya.
FTSE Russell menyebut langkah itu dilakukan untuk menjaga integritas dan replikabilitas indeks. Penghapusan saham terdampak dijadwalkan efektif pada pembukaan perdagangan 22 Juni 2026. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Mendadak Anjlok 2 Persen Siang Ini




















