Saturday, October 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pemerintah Akan Bangun Tiga Pabrik Olahan Telur dan Daging

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 14.50 WIB
pemerintah_akan_bangun_tiga_pabrik_olahan_telur_dan_daging

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Biro Pers Media)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah menyiapkan pembangunan tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional, memperluas pasar hasil produksi peternak, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan pabrik tersebut ditargetkan mulai pada 2027 dengan waktu penyelesaian sekitar 1,5 hingga maksimal dua tahun.

“Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun,” ujar Amran dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan, pembangunan tiga pabrik tersebut akan ditindaklanjuti melalui studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi awal sekitar Rp200 miliar per pabrik, dengan kemungkinan meningkat menjadi Rp250 miliar untuk fasilitas yang mencakup pengolahan daging.

Menurut Amran, industri pengolahan diperlukan untuk menyerap kelebihan produksi telur dan daging ayam agar peternak tidak terus bergantung pada penjualan produk segar yang rentan terhadap perubahan permintaan dan harga.

“Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat. Harapannya, setelah ekosistem ini berdiri, persoalan yang sama tidak terus berulang,” tegasnya.

Amran mengatakan, pembangunan pabrik merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem peternakan terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku pakan, penguatan produksi petani dan peternak, hingga penyerapan serta pengolahan hasil produksi.

Melalui sistem tersebut, petani diharapkan memperoleh pasar bagi hasil panen jagung, sementara peternak mendapatkan kepastian pasokan pakan dan penyerapan hasil produksi. Adapun kelebihan produksi telur dan daging ayam dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai tambah lebih tinggi.

Ia juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan industri tersebut, dengan menegaskan pentingnya peran negara dalam memperkuat sektor strategis peternakan.

“Kalau ada swasta mau bergandengan, silakan. Tapi negara ada di sampingnya,” katanya.

Amran menambahkan, penguatan ekosistem peternakan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, mengurangi kerugian akibat kelebihan produksi, menjaga stabilitas harga telur dan daging, serta menekan belanja devisa untuk impor.

Pemerintah juga mendorong penguatan produksi protein dalam negeri melalui ketersediaan berbagai sumber pangan, termasuk ikan, ayam, dan telur, dengan tetap menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Intinya, bagaimana ekonomi bergerak dan bagaimana peternak jangan dipersulit. Pakan tersedia dengan baik, kemudian harga telur dan daging stabil. Kita ingin peternak untung dan kesejahteraannya meningkat,” ujarnya. (hm25/antara)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN