7.9 C
New York
Friday, April 19, 2024

Pasokan Sedikit, Minyak Goreng Curah Mulai Langka di Siantar

Pematang Siantar, MISTAR.ID

Beberapa hari terakhir minyak goreng curah mulai langka di pasar. Sehingga harga minyak goreng curah, terpantau berfluktuasi dijual pedagang di pasar-pasar tradisional Kota Pematang Siantar, mulai Rp15.000 – Rp17.000 per kg.

Sejumlah pedagang mengaku sulit mendapatkan minyak goreng curah sejak beberapa hari menjelang puasa Ramadhan. Alasannya distributor minyak goreng curah menyebutkan stok dari tempat produknya sedang kosong.

Seorang pedagang sembako di pasar tradisional Dwikora, Rita Saragih mengatakan pasokan minyak goreng curah yang ia terima dari penjual yang juga distributor besar di Kota Pematang Siantar, hanya 5 jeriken dari 20 jeriken yang dimintanya. Adapun, satu jeriken berisi 18-20 kilo minyak goreng curah.

“Kata distributor sedang kosong. Itupun pakai acara antre untuk mendapatkannya (minyak goreng curah-red). Udah dibatasi, menunggu lagi. Soalnya, bukan saya aja yang butuh, pedagang lain juga,” ucapnya dengan nada kesal, Jumat (24/3/23).

Baca juga: Minyak Goreng Langka, Kadiskop Siantar: Distributor Satukan Standar Harga

Dengan begitu, lanjut dia, semakin banyak pedagang maupun pembeli yang beralih ke minyak goreng kemasan subsidi pemerintah. Pasalnya Rita sempat kehabisan minyak goreng curah selama beberapa hari sebelum akhirnya menjual dengan jumlah terbatas.

Tak jauh beda dengan pendapat pedagang sembako lainnya di pasar yang sama, Bibah. Ia mengatakan permintaan minyak goreng curah kian meningkat. Sementara pasokan mulai berkurang dari agen.

“Dari agen belum turun, kemarin-kemarin ada, cuma dapat sedikit. Mau tak mau, kami terpaksa naikan harganya sedikit. Ya mau gimana lagi dari sananya sudah naik,” kata Bibah.

Bibah mengatakan, menjual minyak goreng curah dengan harga Rp16.000 per kilogram. Sehingga harga minyak goreng curah yang dijualnya tersebut tidak sedikit diprotes pembeli. “Pembeli masih saja ada protes, tapi masih dalam batas wajarlah, ada pula yang memaklumi,” sambungnya.

Baca juga: Jelang Nataru, Minyak Goreng Curah di Siantar Dijual Melebihi HET Rp15 Ribu/Kg

Menurutnya, jika minyak goreng curah sedang kosong, para pelanggannya akan beralih membeli minyak goreng MinyaKita karena lebih mudah didapat dan harga minyak goreng tersebut juga tidak jauh beda dengan minyak goreng curah biasa.

“Hanya saja, biasanya masyarakat ekonomi ke bawah itu lebih suka memakai minyak goreng curah. Bisa dibeli sedikit-sedikit. Mungkin uangnya bisa digunakan beli kebutuhan yang lain juga,”sebut Bibah.

Pedagang mau pun konsumen berharap di momen hari besar keagamaan seperti saat ini agar pemerintah segera turun tangan untuk mengecek ketersediaan dan menstabilkan harga minyak goreng curah untuk menjaga daya beli masyarakat. (yetty/hm09)

Related Articles

Latest Articles