OJK Minta Investor Tak Panik Jual Saham Imbas Pengumuman MSCI

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi. (Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha/rwa).
Jakarta, MISTAR.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan investor agar tidak terburu-buru menjual saham hanya karena panik menyikapi gejolak pasar modal setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Investor diminta mempertimbangkan informasi yang lengkap dan terverifikasi sebelum mengambil keputusan transaksi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi memahami reaksi investor, terutama investor ritel domestik, terhadap pengumuman MSCI yang dinilai datang secara mendadak pada Jumat (15/10/2026).
"Kami memahami respons awal, terutama dari para investor kita, khususnya investor ritel domestik, menyikapi pengumuman yang memang datang secara tiba-tiba dan terkesan mendadak ini," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (20/10/2026), dilansir dari CNBC Indonesia.
Hasan menilai aktivitas jual beli saham merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. Namun, keputusan menjual maupun membeli saham seharusnya tidak hanya didasarkan pada kepanikan atau ketakutan akibat informasi yang belum dipahami secara utuh.
"Kalau menjual hanya karena kepanikan, ketakutan yang tidak berlandaskan informasi yang lengkap, tentu sangat disayangkan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepanikan investor, OJK telah menggelar pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan pasar modal pada Sabtu dan Minggu, sebelum perdagangan kembali dibuka pada Senin. Pihak-pihak yang dilibatkan antara lain analis, ekonom, anggota bursa, manajer investasi, dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga media.
Pertemuan tersebut bertujuan memastikan informasi mengenai kondisi pasar modal dapat diterima investor melalui sumber yang tepercaya, terutama otoritas dan regulator.
OJK berharap kekhawatiran investor akibat pengumuman MSCI yang mendadak dapat segera diimbangi dengan penjelasan yang jelas dan telah terverifikasi. Dengan demikian, aktivitas perdagangan di bursa diharapkan kembali berlangsung normal karena seluruh pelaku pasar memperoleh informasi yang sama.
Hasan juga memastikan penyelenggaraan perdagangan, pengawasan, serta proses pencatatan saham tetap berjalan normal tanpa gangguan.
"Tentu kita harapkan tidak terjadi kepanikan berkelanjutan. Faktor ketakutan yang mungkin diakibatkan oleh informasi yang datang terlalu mendadak dan perlu waktu untuk dicerna, tentu kita harapkan akan lebih cepat diimbangi dengan kejelasan dan informasi yang sifatnya terverifikasi," tuturnya. (cnbc)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER





































