Minyakita Langka di Siantar, Harga Tembus Rp20.000 di Pasar Dwikora

Salah satu pedagang di Pasar Dwikora. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kelangkaan minyak goreng bersubsidi program pemerintah, Minyakita, terjadi di Kota Pematangsiantar hingga menyebabkan harga di Pasar Tradisional Dwikora melonjak dan menembus Rp20.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi ini menciptakan efek domino yang memukul berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Dwikora, Boru Sinurat, mengungkapkan kenaikan harga ini bukan semata-mata keinginan pedagang, melainkan karena modal dari pihak distributor yang sudah melambung tinggi.
“Stok Minyakita saat ini sangat langka dan sulit didapatkan. Kenapa harga bisa naik? Karena kami mengambil dari distributor saja sudah seharga Rp19.500 per liter. Kami jual Rp20.000, cuma ambil untung Rp500 per liternya,” ujar pedagang, kepada Mistar, Senin (27/4/2026).
Ia juga mencurigai adanya praktik tidak sehat di rantai distribusi yang menyebabkan kelangkaan mendadak ini.
“Kalau yang saya lihat, sepertinya ada oknum yang melakukan penimbunan. Di sini perlunya peran pemerintah untuk mengawasi pendistribusian Minyakita hingga ke tangan pedagang, agar jelas berapa harga yang seharusnya kami ambil,” tambahnya.
Keluhan senada datang dari kalangan ibu rumah tangga. Harga Minyakita yang menyentuh angka Rp20.000 per liter dianggap sangat membebani dapur warga, mengingat statusnya sebagai barang subsidi yang seharusnya terjangkau.
“Semua mahal, mau masak sekarang harus mikir keras. Bagaimana tidak, minyak subsidi saja bisa semahal itu, belum lagi harga bahan pokok lainnya yang ikut naik,” keluh seorang ibu rumah tangga, Watisu, 40 tahun, saat ditemui di lokasi.
Kondisi ini juga dirasakan pedagang gorengan yang sangat bergantung pada minyak goreng. Mereka kini berada dalam posisi serba salah.
“Kami bingung. Kalau harga gorengan dinaikkan, tidak ada yang beli. Tapi kalau ukuran gorengan diperkecil, pembeli berkomentar kok kecil sekali. Serba salah dengan kondisi mahalnya Minyakita, padahal itu bahan utama kami,” ungkap seorang pedagang gorengan di sekitar pasar, Yani, 34 tahun.
Masyarakat Kota Pematangsiantar berharap Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan setempat segera turun ke lapangan. Investigasi terhadap alur distribusi dari distributor hingga pasar tradisional dinilai mendesak untuk memastikan tidak ada penimbunan yang merugikan masyarakat.
Warga pun menantikan normalisasi pasokan dan harga Minyakita sesuai regulasi pemerintah agar daya beli masyarakat kembali stabil. (hm25)
BERITA TERPOPULER








Portugal vs RD Kongo: Misi Cristiano Ronaldo Dimulai, Selecao Siap Tebar Ancaman di Piala Dunia 2026

Elijah Just Cetak Sejarah untuk Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Ini Profil Singkat Sang Penyerang










