Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Mentan Siapkan Rp4 Triliun untuk Pompanisasi Hadapi El Nino

Mistar.idRabu, 8 April 2026 09.28
AN
mentan_siapkan_rp4_triliun_untuk_pompanisasi_hadapi_el_nino

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman. (Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3-4 triliun untuk program pompanisasi guna menghadapi potensi El Nino dan menjaga produktivitas pertanian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026) dilansir dari Antara. Ia menjelaskan, program pompanisasi akan dilakukan secara masif, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.

“Itu (anggaran pompanisasi) kurang lebih Rp3-4 triliun,” ujar Amran.

Selain penyediaan pompa, pemerintah juga melakukan perbaikan jaringan irigasi bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal. Amran menegaskan bantuan pompa diberikan secara gratis kepada petani, termasuk tanpa membebani biaya operasional seperti bahan bakar.

“Kita berikan pompa (kepada petani) secara cuma-cuma,” katanya.

Dalam upaya menghadapi dampak perubahan iklim dan geopolitik global, Kementerian Pertanian juga meminta pemerintah daerah segera memetakan wilayah rawan kekeringan. Langkah ini diiringi dengan penyusunan sistem peringatan dini (early warning system) yang terintegrasi untuk mempercepat respons terhadap potensi kekeringan.

Selain itu, pemerintah mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur dangkal dan dalam, serta pemanfaatan irigasi perpompaan dan perpipaan.

Strategi lain yang dilakukan meliputi percepatan tanam menggunakan varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam adaptif, serta peningkatan koordinasi lintas sektor di daerah.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara bertahap. Selama periode 2024-2025, sebanyak 171.000 unit alsintan telah disediakan. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air dan tambahan 94.000 unit pompa air.

Selain itu, program optimasi lahan (opla) juga dilakukan dengan perbaikan irigasi pada lahan rawa seluas 800.000 hektare di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Amran menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) per 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton, meningkat dari sebelumnya 4,5 juta ton. Ia optimistis jumlah tersebut akan menembus 5 juta ton pada akhir April, yang menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok pangan nasional.

“Stok kita katakanlah akhir bulan insya Allah mencapai 5 juta ton,” ujarnya.

Amran menambahkan, Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi El Nino, seperti pada periode 2015-2016 serta 2023-2024, sehingga diyakini mampu menjaga stabilitas produksi pangan melalui langkah mitigasi dan adaptasi yang telah disiapkan. (hm25)