Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Jelang Akhir Tahun, Harga Cabai Merah di Kisaran Anjlok ke Rp40 Ribu per Kg

Mistar.idKamis, 25 Desember 2025 12.09
AN
PR
jelang_akhir_tahun_harga_cabai_merah_di_kisaran_anjlok_ke_rp40_ribu_per_kg

Pedagang cabai di Pasar Simpang Pikir, Kisaran. (Foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Menjelang akhir tahun, harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Kisaran terpantau turun signifikan, menyentuh angka Rp40 ribu per kilogram, menjadi harga termurah sepanjang tahun ini.

Pantauan di lapangan menunjukkan, penurunan harga cabai merah tersebut disambut antusias oleh pembeli. Sepanjang 2025, harga komoditas pedas ini sempat bergejolak dan bahkan menembus Rp90 ribu per kilogram, terutama saat pasokan terbatas dan permintaan meningkat.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Kisaran, Sutrisno, mengatakan turunnya harga terjadi dalam beberapa pekan terakhir seiring lancarnya pasokan dari daerah penghasil.

“Sekarang harga cabai merah Rp40 ribu per kilo. Ini sudah paling murah selama tahun ini. Pasokan lancar dari agen, jadi stok aman dan pembeli juga ramai,” ujar Sutrisno, Rabu (25/12/2025) di Pasar Simpang Pikir, Kisaran.

Ia menjelaskan, sebagian besar cabai merah yang dijual pedagang di Asahan didatangkan dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Melimpahnya pasokan dari daerah tersebut membuat harga di tingkat pedagang ikut terkoreksi.

“Cabai kami ambil dari agen di Dairi. Karena panen bagus, barang banyak masuk, otomatis harga turun. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai akhir tahun,” tuturnya.

Sementara itu, Ekonom Asahan Hazlansyah Ramelan menilai turunnya harga cabai merah ini dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan, serta membaiknya distribusi menjelang pergantian tahun.

“Penurunan harga cabai merah di Kisaran menunjukkan pasokan dari daerah sentra produksi seperti Dairi dalam kondisi stabil. Ini menekan fluktuasi harga yang biasanya tinggi menjelang akhir tahun,” ucap Ahmad.

Menurut dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Asahan ini, kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pengendalian inflasi daerah, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar.

“Jika harga cabai bisa dijaga di level stabil, daya beli masyarakat akan lebih terjaga dan tekanan inflasi pangan dapat diminimalisasi,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk tetap mengantisipasi potensi lonjakan harga akibat cuaca ekstrem atau gangguan distribusi di awal tahun 2026. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN