Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IPO Indonesia Tembus Rp 15,35 Triliun, Sektor Energi Mendominasi Sepanjang 2025

Mistar.idRabu, 19 November 2025 08.06
AN
ipo_indonesia_tembus_rp_1535_triliun_sektor_energi_mendominasi_sepanjang_2025

Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: CNBC Indonesia/Tri Susilo)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Deloitte Southeast Asia mencatat Indonesia semakin diperhitungkan di pasar modal regional setelah sejumlah perusahaan lokal berhasil melantai di bursa dengan valuasi tinggi dan dukungan investor institusional global.

Capital Markets Services Leader Deloitte Southeast Asia, Tay Hwee Ling, mengungkapkan hingga 15 November 2025, total nilai penggalangan dana dari penawaran umum perdana saham (IPO) mencapai US$921 juta atau sekitar Rp15,35 triliun. Dana tersebut dihimpun dari 24 emiten yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Sektor energi dan sumber daya menjadi penyumbang dana terbesar, dengan aktivitas IPO melibatkan perusahaan minyak dan gas, energi terbarukan, serta jasa penunjang pertambangan,” ujar Hwee Ling dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/11/2025) yang dilansir dari CNBC Indonesia.

Kinerja IPO tahun ini didorong oleh pencatatan PT Merdeka Gold Resource Tbk dan PT Chandra DaYa Investasi Tbk, yang masing-masing mengumpulkan US$279 juta (Rp4,65 triliun) dan US$144 juta (Rp2,4 triliun).

Posisi berikutnya ditempati sektor real estate melalui pencatatan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, perusahaan yang berafiliasi dengan Agung Sedayu Group. Di peringkat ketiga, sektor konsumer terangkat oleh IPO PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk.

Hwee Ling menambahkan, minat terhadap sektor infrastruktur dan energi khususnya energi terbarukan juga meningkat seiring berkembangnya pipeline proyek strategis nasional dan percepatan transisi menuju energi bersih.

Meski sentimen pasar menguat pascapemilu, investor disebut tetap berhati-hati di tengah tekanan makroekonomi seperti penurunan harga komoditas, ketegangan perdagangan global, dan penyesuaian tenaga kerja.

“Pipeline IPO pada kuartal IV 2025 mencakup perusahaan teknologi, logistik, dan jasa keuangan, yang berpotensi menarik minat besar apabila mampu menunjukkan profitabilitas dan ketahanan yang jelas,” ujarnya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN