Friday, October 23, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Investor Kaya Simpan Emas di Singapura, Melonjak 16 Kali Lipat Tahun Ini

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 14.38 WIB
investor_kaya_simpan_emas_di_singapura_melonjak_16_kali_lipat_tahun_ini

Emas. (Foto: Pexels)

Singapura, MISTAR.ID – Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global mendorong investor dari Amerika Serikat (AS), Eropa, hingga Timur Tengah mencari tempat penyimpanan aset yang lebih aman. Singapura kini menjadi salah satu pilihan untuk memindahkan kepemilikan emas fisik mereka.

Stabilitas politik, kekuatan ekonomi, serta ketersediaan infrastruktur penyimpanan logam mulia menjadi sejumlah alasan yang membuat negara tersebut semakin diminati investor.

Perpindahan aset ini berlangsung di tengah kondisi pasar emas dunia yang masih berfluktuasi. Mengacu data Refinitiv, Jumat (23/10/2026), harga emas spot pada penutupan perdagangan Rabu (21/10/2026) naik 0,39% menjadi US$4.140,38 per troy ons. Sebelumnya, harga logam mulia sempat mendekati posisi terendah dalam sepekan.

Kendati mengalami koreksi dari rekor tertingginya, emas tetap menjadi pilihan investor untuk menjaga dan mendiversifikasi kekayaan dalam jangka panjang. Kondisi tersebut ikut meningkatkan kebutuhan terhadap fasilitas penyimpanan emas fisik di Singapura.

Simpanan Emas Swasta Naik 16 Kali Lipat

Besarnya minat investor tercermin dari pertumbuhan jumlah emas milik swasta yang tersimpan di Singapura.

Perusahaan perdagangan logam mulia J. Rotbart & Co. memperkirakan kepemilikan emas fisik investor swasta yang disimpan di negara tersebut telah meningkat sekitar 16 kali lipat sejak 2014.

Pada 2025, jumlahnya diperkirakan telah melampaui 800 metrik ton. Pertumbuhan tersebut sebagian besar ditopang investor Eropa yang semakin tertarik menempatkan sebagian kepemilikan emasnya di kawasan Asia.

Tren perpindahan aset ini diperkirakan belum akan berhenti. J. Rotbart & Co. memproyeksikan simpanan emas swasta di Singapura masih akan bertambah sepanjang 2026 hingga 2027, seiring meningkatnya aliran aset dari kalangan investor kaya Eropa dan Amerika Serikat.

Salah satu pendiri Farro Capital, Manish Tibrewal, mengungkapkan perpindahan emas ke Singapura tidak hanya dilakukan oleh keluarga kaya yang telah lama memiliki logam mulia.

"Keluarga kaya lama yang sebelumnya menyimpan emas fisik di yurisdiksi lain kini memindahkan sebagian kepemilikannya ke Singapura," ujar Tibrewal, dikutip dari Bloomberg.

Ia menjelaskan, terdapat pula kelompok keluarga kaya yang baru mulai menjadikan emas fisik sebagai instrumen investasi. Mereka memanfaatkan layanan bank swasta maupun perusahaan perdagangan logam mulia untuk membeli emas dan menyimpannya di Singapura.

Fenomena ini menunjukkan perubahan minat investor terhadap penyimpanan aset fisik. Di tengah ketidakpastian global, Singapura semakin diperhitungkan sebagai salah satu lokasi penyimpanan emas bagi kalangan pemilik kekayaan besar. (Bloomberg)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN