Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Melemah Sepanjang Pekan, Analis Prediksi Gerak Konsolidatif Jelang Akhir 2025

Mistar.idSenin, 29 Desember 2025 08.37
AN
ihsg_melemah_sepanjang_pekan_analis_prediksi_gerak_konsolidatif_jelang_akhir_2025

Ilustrasi. (Foto: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 46,87 poin atau turun 0,55 persen ke level 8.537 pada perdagangan Rabu (24/12/2025) lalu. Sepanjang hari itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp22,29 triliun dengan volume perdagangan mencapai 34,18 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat melemah dalam dua hari perdagangan dan hanya menguat satu hari. Alhasil, kinerja indeks turun 1,61 persen sepanjang pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode 22-24 Desember 2025, perdagangan saham ditutup di zona merah. Kapitalisasi pasar bursa turun 1,17 persen dari Rp15.788 triliun menjadi Rp15.603 triliun.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang susut 18,44 persen dari 47 miliar menjadi 38,34 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian melemah 30,91 persen dari Rp34,30 triliun menjadi Rp23,70 triliun, sementara frekuensi transaksi harian turun 2,23 persen dari 2,80 juta menjadi 2,74 juta kali transaksi.

“Investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp2,45 triliun dan sepanjang tahun 2025 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp18,36 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai pelemahan IHSG sepekan terakhir terjadi seiring capital outflow sekitar Rp69 miliar di seluruh perdagangan. Tekanan pasar juga dipicu pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp16.755 per dolar AS serta sikap investor yang cenderung menahan transaksi menjelang libur bursa.

Di sisi lain, minat investor disebut beralih ke aset aman. Harga emas tercatat terus menguat hingga menyentuh US$4.500 per troy ounce dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

“Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap aset berisiko,” kata Oktavianus, Minggu (28/12/2025), dilansir dari CNNIndonesia.

Untuk perdagangan Senin (29/12/2025), Oktavianus memperkirakan IHSG masih bergerak cenderung melemah dengan area support di level 8.455 dan resistance di 8.620. Sentimen pasar diperkirakan masih dipengaruhi pergerakan rupiah, kenaikan harga aset safe haven, serta penantian risalah FOMC.

Berdasarkan analisis teknikal, ia merekomendasikan saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) yang ditutup menguat 5,58 persen ke level 5.675 dan diproyeksikan menuju 6.300. Selain itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang ditutup di level 1.960 diperkirakan berpeluang menguat hingga 2.080.

Sementara itu, Founder Republik Investor Hendra Wardana memprediksi IHSG akan bergerak mixed cenderung konsolidatif pada periode 29-31 Desember 2025. Menurutnya, aktivitas transaksi yang menurun selama libur Natal dan Tahun Baru membuat pasar sulit membentuk tren yang kuat.

“Penguatan masih ada, tetapi terbatas dan lebih bersifat technical rebound, bukan awal tren bullish baru,” ujar Hendra.

Secara teknikal, ia menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi sehat dengan support di kisaran 8.414-8.500 dan resistance di area 8.600-8.650. Selama level support bertahan, risiko koreksi dinilai tetap terbatas.

Hendra juga mengingatkan rendahnya nilai dan volume transaksi berpotensi meningkatkan volatilitas intraday. Karena itu, strategi agresif dinilai kurang tepat dan pendekatan defensif-selektif lebih disarankan menjelang awal 2026.

Ia merekomendasikan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang ditutup di level 5.050 dengan target 5.200. Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang ditutup di level 3.220 diproyeksikan menuju 3.400, serta saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang ditutup di level 380 dengan potensi naik hingga 430. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN