IHSG Anjlok Lebih dari 5 Persen di Awal Perdagangan

Ilustrasi. (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot lebih dari 5 persen tidak lama setelah perdagangan saham dibuka pada Senin (2/1/2026). Tekanan jual membuat IHSG bertahan di zona merah sejak awal sesi.
Dilansir dari CNNIndonesia, berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.18 WIB IHSG turun 5,08 persen ke level 7.906. Sebanyak 596 saham melemah, 53 saham menguat, dan 59 saham bergerak stagnan.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat turun 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.313 dan terendah di 8.172 pada awal sesi.
Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 3,78 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp2,67 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 293.573 kali. Pada awal perdagangan, sebanyak 175 saham menguat, 397 saham melemah, dan 125 saham stagnan.
Tekanan di pasar saham domestik masih dipengaruhi sentimen negatif pekan lalu setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia.
Kebijakan tersebut mencakup pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Dampak kebijakan tersebut membuat IHSG anjlok sekitar 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026), yang berujung pada penghentian sementara perdagangan atau trading halt.
Gejolak pasar tersebut juga diikuti pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, serta mundurnya empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.
Meski demikian, IHSG sempat bangkit pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026). Indeks ditutup menguat 97,40 poin atau 1,18 persen ke level 8.329, dengan 551 saham menguat, 194 saham melemah, dan 65 saham stagnan. (hm25)
NEXT ARTICLE
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.770 per Dolar AS

















