Monday, July 6, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Tahu Tempe di Medan Masih Stabil Meski Rupiah Melemah, Pedagang Akali Ukuran

Mistar.idRabu, 20 Mei 2026 pukul 15.20 WIB
harga_tahu_tempe_di_medan_masih_stabil_meski_rupiah_melemah_pedagang_akali_ukuran

Ikustrasi, Harga Tahu Tempe di Medan Masih Stabil Meski Rupiah Melemah, Pedagang Akali Ukuran. (foto:chatgpt/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Di tengah bayang-bayang pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memicu kenaikan barang impor, harga bahan baku kedelai di Kota Medan terpantau masih berada di koridor normal.

Hal ini membuat para pengrajin serta pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional memilih bertahan pada harga lama, meski harus memutar otak menyiasati pembengkakan biaya produksi nonbahan baku.

Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Kampung Lalang, harga kacang kedelai mentah bertengger di angka rata-rata Rp15.000 per kilogram (kg). Harga ini dinilai masih sangat wajar bagi para pelaku usaha setempat.

"Harga kedelai sekarang Rp15.000 per kilo. Biasanya memang berkisar antara Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilonya, itu semua tergantung pada kualitas kacang kedelai yang dipilih pembeli," kata Alex, seorang pedagang kedelai di Pasar Kampung Lalang, Rabu (20/5/2026).

Meskipun bahan baku utama stabil, tantangan baru justru datang dari meroketnya harga komoditas pelengkap, seperti bahan pembungkus plastik.

Untuk menghindari penurunan omzet tanpa harus menaikkan harga jual ke konsumen, para pedagang terpaksa melakukan penyusutan ukuran produk.

"Untuk harga tempe sebenarnya masih biasa saja, saya jual mulai Rp2.500 untuk ukuran kecil hingga Rp7.000 untuk yang besar. Memang tidak ada kenaikan harga, tapi porsinya terpaksa diperkecil karena harga plastik pembungkusnya sekarang mahal," ucap Heri, pedagang tempe di pasar yang sama.

Kondisi serupa juga terlihat pada komoditas tahu. Anto, pedagang tahu di Pasar Kampung Lalang, mengaku tidak berani berspekulasi menaikkan harga di tengah situasi ekonomi saat ini.

"Harga tahu tidak mengalami kenaikan, masih biasa saja. Sampai sekarang saya jual di harga Rp500 per potongnya," ujar Anto.

Peta pergerakan harga yang stabil dengan siasat bertahan ini juga ditemukan di Pasar Sei Sikambing. Pedagang kedelai di pasar tersebut, Indra, mengonfirmasi harga komoditas impor itu berada di angka Rp15.000 per kg, sama persis dengan harga di Pasar Kampung Lalang.

Konsistensi harga ini juga diamini oleh Roni, seorang pedagang yang menjual tahu sekaligus tempe di Pasar Sei Sikambing. Ia memilih menjaga stabilitas harga demi mempertahankan loyalitas pelanggannya.

"Harga tahu dan tempe di lapak saya tidak ada mengalami kenaikan. Untuk tahu masih di harga Rp500 per potong untuk yang ukuran kecil, dan yang ukuran besar Rp1.000 per potong. Sementara untuk tempe harganya bervariasi mulai dari Rp4.000 hingga Rp8.000 per batangnya," tutur Roni.

Stabilnya harga dua makanan favorit masyarakat ini untuk sementara waktu memberikan ketenangan bagi kantong belanja rumah tangga. Namun, para pedagang tetap berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas harga bahan baku sekunder seperti plastik serta mengantisipasi dampak lanjutan dari gejolak kurs mata uang asing ke depan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN