Harga Cabai Naik, Andaliman Stabil di Pasar Balige Toba

Pedagang di Pasar Balige saat menjajakan jualannya. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Dampak Bahan Bakar Minyak (BBM) serta jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga cabai mulai merangkak naik di Pasar tradisional Kecamatan Balige Kabupaten Toba sedangkan harga andaliman stabil.
Sejumlah pedagang di Pasar Balige mulai menaikkan harga semua jenis cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) terlebih imbas langkanya bahan bakar sehingga menghambat distribusi.
Pedagang di Pasar Balige, H Bagariang mengatakan sudah menjadi tradisi jelang hari besar keagamaan sembako mengalami kenaikan, namun untuk saat ini berimbas langkanya bahan bakar akibat distribusi mengalami kendala dari Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.
"Kemarin cabai merah keriting semula Rp60.000 per kilogram, kini Rp65.000, cabai rawit merah dihargai Rp40.000 per kilogram, kini Rp45.000, Cabai rawit hijau semula Rp45.000 Rp per kilogram, kini Rp60.000 per kilogram," katanya, Kamis (4/12/2025).
Dikatakannya, untuk harga andaliman di Pasar Balige terbilang cukup rendah dijual daripada pasar lain di Kabupaten Toba, seperti pasar Porsea dan Laguboti pedagang membandrol diharga Rp500.000-Rp550.000 per kilogram sementara di Balige masih dapat Rp450.000-Rp490.000 per kilogram.
"Yang menjadi kendala, meskipun di Balige harga andaliman terbilang rendah dijual kepada konsumen, barang yang mau dijual kepada konsumen terbilang tidak ada sebab musim trek tahun ini terbilang cukup parah tahun ini," ucapnya.
BERITA TERPOPULER




















