Friday, October 9, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Gadai 13,2 Miliar Saham JARR & PGUN ke Bank Mandiri, Haji Isam Borong Saham Bayan Resources

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 21.01 WIB
gadai_132_miliar_saham_jarr_pgun_ke_bank_mandiri_haji_isam_borong_saham_bayan_resources_

Ilustrasi, gadai saham. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (9/10/2026) — Dua emiten milik Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam menggadaikan saham ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 30 September 2026. Aksi korporasi itu dilakukan sebelum Haji Isam memborong saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Jhonlin Baratama yang transaksinya rampung pada 7 Oktober 2026.

Mengutip CNN Indonesia, Jumat (9/10/2026), aksi gadai saham tersebut terungkap melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/10/2026).

Pertama, Direktur Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), Indra Irawan, menerangkan terdapat transaksi gadai saham yang dilakukan pemegang saham pengendalinya, yakni PT Eshan Agro Sentosa, sebanyak 7.997.556.204 lembar saham.

Kedua, Direktur PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), Tamlikho, menjelaskan terdapat transaksi gadai saham yang dilakukan tiga pemegang saham pengendalinya, yakni PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada.

Secara rinci, PT Araya Agro Lestari menggadaikan 2.205.667.896 lembar saham, PT Citra Agro Raya menggadaikan 2.194.778.786 lembar saham, dan PT Baramega Citra Mulia Persada menggadaikan 900.000.250 lembar saham.

Dengan demikian, total saham PGUN yang digadaikan tiga entitas afiliasi Haji Isam tersebut mencapai 5,29 miliar lembar saham. Jika digabung dengan saham JARR, total saham yang digadaikan ke Bank Mandiri mencapai 13,29 miliar lembar.

"Tujuan transaksi sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan," tulis manajemen JARR dan PGUN dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/10/2026).

Manajemen menegaskan aksi gadai saham itu tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan. Keempat perusahaan tersebut tetap menjadi pengendali yang merupakan kelompok terorganisasi.

Selain itu, transaksi gadai saham tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham dan tidak mengubah jumlah modal ditempatkan maupun modal disetor perseroan.

"Direksi perseroan memastikan bahwa transaksi tersebut melalui prosedur yang wajar dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," terang manajemen.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN