Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

DPRD Sumut Waspadai Dampak Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bisa Picu Kelangkaan 3 Kg

Mistar.idSabtu, 25 April 2026 10.25
journalist-avatar-top
MA
dprd_sumut_waspadai_dampak_kenaikan_lpg_nonsubsidi_bisa_picu_kelangkaan_3_kg

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Muniruddin Ritonga. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Muniruddin Ritonga, menilai lonjakan harga elpiji (LPG) nonsubsidi berpotensi memicu peralihan konsumen ke LPG subsidi 3 kilogram (kg), yang selama ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu maupun menengah ke bawah.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, jika tidak diantisipasi sejak dini, pergeseran penggunaan dari LPG nonsubsidi ke subsidi dapat berdampak pada ketersediaan stok LPG 3 kg di lapangan.

“Ini berpotensi terjadi peralihan konsumen dalam penggunaan LPG subsidi 3 kg. Kenaikan ini harus menjadi perhatian agar ke depan kebutuhan subsidi tidak menjadi terbatas akibat imbas kenaikan LPG nonsubsidi,” ujarnya kepada Mistar, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu memperketat pengawasan distribusi LPG subsidi agar tetap tepat sasaran. Ia juga mendorong adanya langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pasar, sehingga masyarakat kecil tidak terdampak langsung dari dinamika harga energi nonsubsidi.

“Jangan sampai masyarakat yang memang berhak justru kesulitan mendapatkan LPG 3 kg karena adanya peralihan dari kelompok nonsubsidi. Ini harus dijaga bersama,” tegas politisi PKB itu.

Untuk itu, ia meminta adanya koordinasi intensif antara pemerintah, Pertamina, dan pihak distributor untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.

“Dengan situasi ini, stabilitas pasokan dan ketepatan distribusi LPG subsidi menjadi kunci utama agar dampak kenaikan harga LPG nonsubsidi tidak meluas dan membebani masyarakat kecil di Sumatera Utara,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) resmi menyesuaikan harga LPG nonsubsidi sejak Senin (20/4/2026).

Diketahui, penyesuaian harga ini berlaku untuk produk Bright Gas berbagai ukuran, sementara LPG subsidi 3 kg dipastikan tetap pada harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data terbaru, harga Bright Gas ukuran 5,5 kg kini mencapai Rp111.000, sedangkan ukuran 12 kg naik menjadi Rp230.000. Sementara itu, untuk kebutuhan industri, LPG ukuran 50 kg berada di kisaran Rp1.075.000 hingga Rp1.082.000 di tingkat agen dalam radius 60 kilometer dari SPBE.