Sunday, October 18, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Daya Beli Tertekan, Trafik Penumpang Domestik Kualanamu dan Belawan Melemah

Mistar.idMinggu, 18 Oktober 2026 pukul 17.58 WIB
daya_beli_tertekan_trafik_penumpang_domestik_kualanamu_dan_belawan_melemah

Calon penumpang berada di area terminal keberangkatan Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. (foto: Antara)

Medan, MISTAR.ID - Jumlah penumpang domestik di Bandara Internasional Kualanamu dan Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara (Sumut), mengalami penurunan pada Agustus 2026. Tekanan daya beli masyarakat, faktor musiman, hingga mahalnya harga tiket pesawat domestik dinilai menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pelemahan tersebut.

Kepala Bagian Umum Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Dadan Supriadi, menjelaskan jumlah keberangkatan penumpang domestik dari Bandara Kualanamu pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 179.711 orang. Angka ini turun 5,67 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 190.696 orang.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang domestik yang datang melalui bandara tersebut. Pada Agustus 2026, jumlah kedatangan tercatat 173.806 orang, turun 3,82 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara kumulatif, jumlah keberangkatan penumpang domestik dari Kualanamu selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 1.468.848 orang. Angka tersebut turun 4,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 1.544.832 orang.

Di tengah penurunan trafik domestik, jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri justru meningkat 4,36 persen pada Agustus 2026 menjadi 92.130 orang.

Pengamat ekonomi dari STIE Professional Manajemen College Indonesia, Sunarji Harahap, mengatakan penurunan jumlah penumpang domestik dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari berakhirnya liburan sekolah hingga normalisasi mobilitas setelah puncak musim wisata.

“Faktor harga tiket dan daya beli juga berperan penting. Secara struktural, harga tiket domestik masih mahal jika dibandingkan dengan penerbangan internasional,” katanya, Minggu (18/10/2026).

Menurut Sunarji, masyarakat Sumut kerap mendapati harga tiket penerbangan ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura, lebih terjangkau dibandingkan sejumlah rute domestik, termasuk tujuan Jakarta dan kota lainnya.

Tekanan daya beli juga memengaruhi keputusan masyarakat untuk bepergian. Sebagian pengeluaran rumah tangga dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga, ditambah pengeluaran tahun ajaran baru sekolah pada Juli 2026.

Selain itu, mahalnya tiket pesawat domestik dinilai dapat mendorong sebagian masyarakat beralih ke moda transportasi darat. Perkembangan konektivitas Jalan Tol Trans-Sumatra turut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur darat.

Pelemahan mobilitas domestik juga terlihat pada angkutan laut di Pelabuhan Belawan. Pada Agustus 2026, jumlah keberangkatan penumpang domestik tercatat sebanyak 13.881 orang, turun 22,76 persen dibandingkan Juli 2026. Sementara itu, jumlah kedatangan penumpang domestik merosot 28,71 persen menjadi 12.387 orang.

Sunarji menyebut penurunan tersebut dipengaruhi berakhirnya masa liburan sekolah, fluktuasi aktivitas ekonomi, kondisi perairan Selat Malaka yang kurang bersahabat pada Agustus, serta penyesuaian jadwal armada kapal.

Meski mengalami penurunan secara bulanan, kinerja angkutan laut domestik masih menunjukkan pertumbuhan secara kumulatif. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah keberangkatan penumpang domestik melalui Pelabuhan Belawan tercatat tumbuh 18,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sunarji menilai pelemahan mobilitas domestik yang berlangsung berkelanjutan berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perdagangan mikro, hingga usaha kecil dan menengah (UKM) di kawasan pelabuhan.

Kondisi tersebut juga perlu dicermati karena sektor transportasi merupakan salah satu komponen aktivitas ekonomi Sumut. Namun, dampaknya terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perlu dilihat bersama indikator ekonomi lainnya.

Di sektor angkutan barang, aktivitas muat barang antarpulau di Pelabuhan Belawan pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 14.974 ton. Jumlah tersebut turun 62,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 39.460 ton.

Secara kumulatif, volume muat barang sepanjang Januari hingga Agustus 2026 turun 31,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas bongkar barang pada Agustus 2026 turun tipis 0,83 persen menjadi 461.508 ton. Meski demikian, secara kumulatif volume bongkar barang sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 3.340.552 ton, tumbuh 11,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN