Cuaca Buruk Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Siantar-Simalungun

Akademisi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M. Nainggolan. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Cuaca buruk yang mengganggu produksi dan distribusi pangan mulai memicu kenaikan harga bahan pokok di Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Kondisi ini dikhawatirkan memperbesar tekanan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M. Nainggolan, mengatakan cuaca buruk dapat mengganggu rantai pasok, mulai dari proses produksi hingga distribusi barang ke pasar.
“Tiap musim hujan, urusan produksi dan distribusi selalu terganggu,” kata Raja kepada Mistar, Selasa (13/10/2026).
Menurut Raja, kenaikan harga yang dirasakan masyarakat berawal dari berkurangnya hasil panen petani akibat cuaca yang tidak bersahabat. Selain itu, distribusi barang ke pasar juga terhambat karena kendala transportasi.
“Kenaikan harga sekarang benar-benar dipicu kekurangan pasokan. Ini sinyal yang seharusnya bisa ditangkap lebih cepat oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),” tegasnya.
Raja mengingatkan, kondisi tersebut perlu segera diantisipasi agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat menjelang akhir tahun. Sebab, permintaan bahan pokok di Pematangsiantar dan Simalungun cenderung meningkat saat perayaan Nataru.
“Kalau tidak segera bertindak, inflasi bisa makin parah saat momen Nataru. Tekanan datang bukan cuma dari pasokan yang minim, tapi juga lonjakan permintaan warga saat Natal dan Tahun Baru,” tutup Raja. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Anjlok 2,59 Persen, Investor Khawatir Evaluasi MSCI




















































