Cabai Merah di Pematangsiantar Bertahan Rp85 Ribu per Kg, Pasokan Menipis

Pedagang cabai di Pasar Dwikora, Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Harga cabai merah di Kota Pematangsiantar masih bertahan di kisaran Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram pada Sabtu (10/10/2026).
Berkurangnya pasokan dari daerah pemasok menjadi salah satu penyebab harga komoditas tersebut belum turun dalam beberapa pekan terakhir.
"Untuk cabai merah belum ada turun. Harganya masih di Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram," ujar salah satu pedagang di Pasar Tradisional Dwikora, Enjel, kepada Mistar, Sabtu (10/10/2026).
Ia mengaku tidak berani menyimpan cabai merah dalam jumlah banyak karena khawatir dagangannya tidak habis terjual. Menurutnya, pembeli saat ini lebih sering membeli cabai secara eceran dalam jumlah sedikit.
Sementara itu, cabai rawit dijual sekitar Rp70.000 per kilogram dan cabai hijau Rp45.000 per kilogram. Harga bawang merah berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp30.000 hingga Rp36.000 per kilogram.
Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pematangsiantar, Laila M. Nasution, menjelaskan bahwa cuaca buruk di sejumlah daerah pemasok turut memengaruhi pasokan cabai ke Pematangsiantar.
“Tingginya curah hujan di daerah sentra produksi membuat tanaman cabai lebih mudah terserang penyakit,” kata Laila.
Kondisi tersebut berdampak pada hasil panen di sejumlah daerah pemasok, termasuk Kabupaten Simalungun dan Batubara. Di sisi lain, permintaan masyarakat masih tinggi.
"Memang sudah beberapa minggu harga cabai mahal. Musim hujan membuat tanaman cabai di daerah pemasok mudah kena penyakit. Hasil panen di daerah seperti Simalungun dan Batubara jadi berkurang. Sementara permintaan masyarakat tetap tinggi," ujarnya.
Laila menambahkan, pasokan cabai belum optimal karena sebagian besar daerah pemasok baru mulai memasuki masa panen.
Untuk menjaga ketersediaan cabai, DKPP masih menjalankan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan mendorong masyarakat menanam cabai merah dan cabai rawit di halaman rumah.
"Kami masih menjalankan kegiatan P2L. Sejak dulu, kami sudah meminta warga untuk menanam cabai merah dan cabai rawit di halaman rumah masing-masing," tuturnya.
DKPP Pematangsiantar juga bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk membahas langkah intervensi pasar. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggelar pasar murah guna membantu menstabilkan harga.
"Kami sudah bekerja sama dengan TPID dan akan mengadakan pertemuan lanjutan. Ada kemungkinan kami menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga di pasar," kata Laila.[]
PREVIOUS ARTICLE
Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026






















































