Bulog Sumut Siapkan 90 Ribu Ton Beras di Masa Ramadan dan Idulfitri 2026

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto. (foto: Bulog Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketahanan pangan di wilayah ini dalam kondisi aman terkendali menghadapi masa Ramadan dan Idulfitri 2026. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini tersedia 50.000 ton, diproyeksikan akan terus bertambah hingga menyentuh angka 90.000 ton, guna menjamin kelancaran bantuan pangan dan stabilisasi harga.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan kenaikan harga beras di tingkat petani saat ini mencapai di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kg. Kondisi ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar serta kehadiran pembeli dari luar daerah seperti Aceh yang ikut menyerap hasil panen di Sumut.
"Stok beras medium atau CBP kita sangat aman. Dari 50.000 ton yang ada, jumlahnya bisa mencapai 90.000 ton karena akan masuk lagi kiriman sekitar 27.000 ton. Kami terus memasifkan penyaluran beras SPHP di bulan Januari dan Februari untuk meredam lonjakan harga akibat tingginya permintaan masyarakat," ujarnya, Selasa (2/3/2026).
Tahun ini, jumlah penerima bantuan pangan di Sumatera Utara mengalami kenaikan drastis, dari sekitar 844 ribu jiwa menjadi 1,725 juta jiwa. Dengan alokasi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng per orang, Bulog telah menyiapkan kebutuhan total sebanyak 34.500 ton beras dan 6,9 juta liter minyak goreng untuk program bantuan tersebut.
Meski pencairan anggaran dari pusat masih dalam proses perancangan, Budi memastikan operasional di lapangan tidak terganggu. Bulog tetap aktif menyalurkan stok komersial ke pasar-pasar tradisional untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Terkait komoditas minyak goreng, Bulog Sumut memiliki stok Minyakita sebanyak 1,9 juta liter dan minyak goreng premium sebanyak 60.000 ton. Budi menjamin Minyakita telah terdistribusi ke seluruh pasar utama di Sumut dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Minyakita kami sangat laris karena selisih harganya cukup jauh dengan minyak kemasan lain yang mencapai Rp17.500. Bulog menjual ke pedagang seharga Rp14.500 agar sampai ke konsumen tetap sesuai HET. Saking murahnya memang cepat habis, tapi saya pastikan seluruh pasar sudah terjangkau oleh stok kita," ucapnya.
Selain beras dan minyak, Bulog juga mengelola stok gula sebanyak 250 ton dan jagung sebanyak 2.789 ton. Menariknya, realisasi penyerapan gabah petani di Sumut tahun ini menunjukkan tren positif, mencapai 150 hingga 170 ton per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya di kisaran 100 ton per hari.
Pemerintah menargetkan swasembada pangan tahun ini naik menjadi 4 juta ton. Budi optimis target tersebut dapat tercapai selama kondisi cuaca tetap mendukung dan tidak terjadi bencana besar. Di sisi lain, terkait stok jagung, Bulog berupaya menjaga keseimbangan agar tidak terjadi sensitivitas harga yang dapat merugikan pengusaha pakan ternak.
Dengan kesiapan stok yang melimpah dan sistem distribusi yang telah menjangkau pelosok pasar, Bulog Sumut mengimbau masyarakat untuk menjalankan ibadah puasa dengan khidmat tanpa perlu khawatir akan kelangkaan sembako utama.
PREVIOUS ARTICLE
Impor Emas Indonesia dari Australia Meningkat 634 Persen












