Antisipasi Lonjakan Mudik, Bulog Sumut Jamin Stok Pangan Aman Hingga Pasca Lebaran

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto saat memberikan keterangan. (Foto: Amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan kesiapan stok pangan tidak hanya fokus pada periode Ramadan, tetapi juga terjaga hingga usai perayaan Idulfitri 2026.
Berbeda dengan wilayah Jakarta yang mengalami pengosongan penduduk saat mudik, Sumut justru menjadi titik pertemuan mobilitas warga yang masuk dan keluar, sehingga pengawasan stok dilakukan ekstra ketat hingga hari terakhir libur panjang.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan strategi pengamanan pangan di Sumut memiliki karakteristik khusus. Mobilitas masyarakat yang tinggi, baik yang merayakan Lebaran maupun yang sekadar memanfaatkan libur panjang untuk pulang kampung, membuat permintaan tetap tinggi hingga akhir masa liburan.
"Kalau di Jakarta, penjagaan stok cukup sampai minggu ketiga karena orangnya keluar semua. Tapi kalau kita di Medan, menjaganya harus sampai Lebaran selesai. Banyak orang dari Jakarta, Jawa, bahkan yang tidak merayakan pun ikut pulang kampung ke Medan. Jadi, saya pastikan stok siap sampai akhir Lebaran," kata Budi, Senin (2/3/2026).
Menjawab kekhawatiran masyarakat soal kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi tahun lalu, BULOG Sumut tahun ini menerapkan dua jalur distribusi sekaligus.
Selain menyalurkan 6,9 juta liter minyak goreng untuk bantuan pangan gratis, Bulog juga tetap mengisi pasar umum dengan stok komersial sebanyak 1,9 juta liter.
"Tahun lalu pasar umum sempat langka karena stok fokus ke bantuan. Hari ini tidak begitu. Bahan pangan gratis tetap jalan sebanyak hampir 7 juta liter itu memenuhi separuh kebutuhan Sumut dan yang komersial untuk pasar tetap kita isi 1,9 juta liter. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Budi.
Bulog juga memantau sensitivitas harga jagung yang berpengaruh pada harga ayam dan telur. Budi mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan strategi "tarik ulur" dalam penyerapan jagung agar tidak memicu kenaikan harga yang justru memberatkan pengusaha pakan ternak. Tahun ini, target penyerapan jagung ditetapkan sebesar 28.000 ton.
Di sisi lain, Bulog Sumut juga bersiaga memberikan dukungan stok ke wilayah Aceh, khususnya Aceh bagian selatan, tengah, dan utara yang terdampak gangguan pasokan akibat bencana di wilayah barat Aceh.
"Kami sudah siapkan cadangan sekitar 20.000 ton untuk menjaga wilayah tersebut. Jika ada pedagang atau permintaan pasokan dari Aceh ke Sumut, itu hal biasa dan tiap tahun terjadi. Kami siap menyediakan stok untuk mendukung stabilitas di sana," katanya.
Terkait penggunaan beras Bulog untuk program sektoral, Budi mengklarifikasi bahwa berdasarkan instruksi terbaru, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) memiliki peruntukan khusus dan berbeda dengan beras yang digunakan untuk program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ada aturan atau Inpres yang membedakan. Beras Cadangan Pemerintah (CBP) memang boleh digunakan untuk berbagai keperluan sesuai turunannya, tapi bukan beras SPHP yang digunakan untuk kegiatan seperti MBG. Semua ada peruntukannya masing-masing agar tidak tumpang tindih," ucapnya.
Dengan kondisi stok yang tersebar merata di seluruh gudang wilayah, BULOG Sumut optimis stabilitas harga dan ketersediaan pangan akan tetap kondusif, terutama pada dua minggu terakhir menjelang puncak perayaan Idulfitri.






















