Monday, October 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BEI Klaim Indonesia Masih Penuhi Kriteria Emerging Market

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 16.35 WIB
bei_klaim_indonesia_masih_penuhi_kriteria_emerging_market

BEI. (Foto: Dok. BEI)

Jakarta, MISTAR.ID – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan Indonesia masih layak menyandang status Emerging Market. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengumuman MSCI yang membuka opsi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market.

Jeffrey mengatakan, penilaian bahwa Indonesia memenuhi kriteria Emerging Market bukan hanya berasal dari BEI. Menurutnya, investor global yang terlibat dalam sejumlah diskusi juga memiliki pandangan serupa.

"Kalau Indonesia layak di Emerging, rasanya itu bukan pendapat kami saja. Bahkan para partisipan, para investor global yang berdiskusi dengan kami semua sepakat, bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada di Emerging Market," tutur Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026), dilansir dari detikFinance.

Ia juga merujuk pada catatan MSCI yang memuat sejumlah kriteria untuk masuk kategori Emerging Market. Jeffrey mengklaim Indonesia telah memenuhi kriteria tersebut, bahkan memiliki sejumlah aspek yang dinilai lebih baik dibandingkan negara lain dalam kelompok yang sama.

"Di lampiran yang disampaikan oleh MSCI sendiri, di situ banyak sekali poin-poinnya dan bisa dilihat Indonesia memenuhi. Bahkan dalam beberapa poin, Indonesia lebih baik dari negara Emerging Market lain," ucapnya.

Dalam laporan BEI mengenai perbedaan klasifikasi Emerging Market dan Standalone Market, Indonesia disebut tidak memiliki karakteristik yang umumnya membuat suatu pasar masuk kategori Standalone.

Karakteristik tersebut antara lain pembatasan arus modal dan repatriasi, kelangkaan dolar AS yang menghambat transaksi valuta asing, penutupan bursa akibat perang atau sanksi, serta sulitnya akses terhadap pasar.

Sebaliknya, BEI menyebut Indonesia memiliki arus modal yang bebas keluar-masuk, cadangan devisa sebesar US$146,3 miliar, serta kondisi bursa dan geopolitik yang normal. Pasar modal Indonesia juga disebut tetap likuid dan tidak berada dalam kondisi terkena sanksi.

BEI turut menyatakan Indonesia sedang meningkatkan kualitas data sebagaimana yang diminta MSCI.

"Karakter Indonesia = EM (Emerging Market). Standalone untuk pasar uninvestable. Indonesia: kapitalisasi US$ 498 miliar, inflasi 3,28%, 9 saham di MSCI Standard Index," ujarnya. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN