Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BEI Bakal Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Bobotnya Capai 18 Persen

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 21.50 WIB
bei_bakal_keluarkan_saham_hsc_dari_ihsg_bobotnya_capai_18_persen

HSC. (Foto: Dok. IDX)

Jakarta, MISTAR.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengeluarkan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap indeks.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas IHSG. Saham yang masuk kategori HSC baru dapat kembali menjadi konstituen indeks setelah tidak lagi memenuhi kriteria tersebut.

"Untuk memberikan indeks harga yang lebih kredibel dan berintegritas, kami akan mengeluarkan seluruh saham High Shareholding Concentration dari IHSG," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026), dilansir dari detikFinance.

"Kalau keluar dari high shareholding concentration akan masuk kembali menjadi konstituen dari IHSG," tuturnya.

Selain mengubah komposisi indeks, BEI juga akan meningkatkan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham. Bursa berencana menambahkan keterangan status afiliasi dalam publikasi daftar pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1 persen.

Informasi tersebut akan menunjukkan apakah pemegang saham yang tercantum memiliki hubungan afiliasi atau tidak dengan pihak terkait.

Jeffrey mengatakan penambahan informasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat transparansi dan meningkatkan integritas data pasar modal Indonesia.

"Dalam publikasi nama pemegang saham 1 persen, akan kami tambahkan keterangan apakah nama tersebut terafiliasi atau tidak terafiliasi," kata Jeffrey.

BEI menyatakan implementasi kedua kebijakan tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Penyesuaian ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas informasi kepemilikan saham sekaligus meningkatkan kredibilitas indeks acuan pasar saham Indonesia. (detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN