Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Akademisi Siantar Minta Pengelolaan Kopdes Merah Putih Lebih Transparan

Mistar.idSelasa, 28 Oktober 2025 05.30
AN
AS
akademisi_siantar_minta_pengelolaan_kopdes_merah_putih_lebih_transparan

Akademisi Universitas Simalungun, Raja M Nainggolan. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Akademisi Universitas Simalungun, Raja M Nainggolan, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama keberlanjutan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Kopdes Merah Putih diketahui akan menjalankan beragam usaha, mulai dari penyediaan LPG 3 kg, layanan simpan pinjam, logistik desa, agen pupuk, hingga gerai sembako.

Raja menyampaikan, transparansi dalam proses rantai pasok atau supply chain menjadi sangat krusial.

“Perlu dan sangat perlu dipastikan bagaimana proses supply chain-nya, siapa yang masuk, bagaimana proses pemilihan pemasoknya,” ujarnya kepada Mistar, Senin (27/10/2025).

Ia menjelaskan, tanpa proses yang transparan dan akuntabel, koperasi desa ini berpotensi menjadi ladang penyalahgunaan dan korupsi. Karena itu, pengawasan ketat dari masyarakat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dinilai sangat diperlukan.

Raja juga menyoroti keterlibatan berbagai unsur pemerintah dalam program Kopdes Merah Putih yang masif ini, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), TNI, dan Polri.

Ia menegaskan, meskipun inisiatif ini bersifat top-down, semangat koperasi sejatinya merupakan gerakan bottom-up. Karena itu, peran aktif masyarakat desa mutlak diperlukan dalam setiap tahapan.

“Pengawasan dari lembaga perwakilan rakyat seperti DPRD, DPD, dan DPR RI juga dianggap perlu mengingat skala program yang besar ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, masyarakat sangat berharap Kopdes Merah Putih dapat memberikan efek trickle-down terhadap peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan desa.

Namun, Raja menilai tujuan itu hanya bisa terwujud apabila ada pemetaan kepentingan yang jelas, pembagian peran yang transparan, serta proses yang akuntabel.

“Jangan sampai Koperasi Merah Putih ini jadi top-down semata, tidak menciptakan perasaan memiliki kepada masyarakat desa yang seharusnya menjadi penerima manfaat langsung,” tuturnya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN