REKA Project Ajak Masyarakat Sulap Pakaian Bekas Jadi Barang Bernilai Guna

Peserta REKA Project mengikuti edukasi dan praktik menjahit pakaian bekas menjadi barang bernilai guna, seperti tote bag dan pouch. (foto: Dok. REKA Project/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam komunitas REKA Project mengajak masyarakat memanfaatkan pakaian bekas menjadi barang bernilai guna melalui kegiatan edukasi dan workshop bertajuk “Dari Bekas, Jadi Berkelas”.
Kegiatan yang berlangsung di Nutrihub Medan, Senin (12/10/2026), ini menjadi bagian dari kampanye REKA Project untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan fast fashion dan limbah tekstil.
Project Manager REKA Project, Dwi Garini Oktavianti, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari pengamatan mereka terhadap persoalan limbah tekstil di lingkungan sekitar. Isu ini dipilih karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan Generasi Z yang dekat dengan tren fashion.
“Kita pilih isu ini karena dekat dengan kehidupan sehari-hari Generasi Z yang tidak terlepas dari tren fashion. Jadi fokus utamanya adalah edukasi dan praktik langsung mengolah pakaian bekas menjadi barang yang memiliki fungsi baru,” kata Dwi.
Sebelum menggelar workshop, REKA Project telah mengadakan kegiatan praacara (pre-event) di kawasan Car Free Day (CFD), Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan persoalan limbah tekstil sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap penggunaan pakaian.
Dalam workshop tersebut, peserta dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum diajak mempraktikkan cara mengolah pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi produk baru. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pakaian lama masih dapat dimanfaatkan kembali, alih-alih langsung dibuang.
Berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Rani, pegiat lingkungan asal Binjai, REKA Project memberikan pendampingan kepada peserta dalam praktik menjahit dan mengolah pakaian bekas. Celana dan kaos yang sudah tidak terpakai diubah menjadi sejumlah produk, seperti tote bag, tas belanja, dan pouch.
Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada cara memperpanjang masa guna pakaian dengan mengubahnya menjadi barang yang memiliki fungsi berbeda.
Perwakilan Rumah Kreatif Rani, Khairani Lubis, mengatakan kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Dimulai dari hal-hal kecil seperti pada kegiatan yang bermanfaat ini, kita membantu menyelamatkan bumi. Kita juga berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, terlebih di tengah ramainya fast fashion saat ini,” tuturnya.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan peserta, salah satunya Mutiara Chairunnisa. Ia mengaku tertarik mengikuti workshop karena ingin mencoba mengolah pakaian bekas menjadi karya baru.
“Jadi merasa terdorong untuk nyoba olah baju sendiri, soalnya aku punya banyak pakaian bekas yang udah ga terpakai lagi di rumah. Sepulang ini, aku mau coba recreate deh seperti ini,” ucapnya. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















































