Monday, July 6, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Orang Tua Didorong Beri Pendidikan Kesehatan Seksual Sejak Dini

Mistar.idSenin, 6 Juli 2026 pukul 09.34 WIB
orang_tua_didorong_beri_pendidikan_kesehatan_seksual_sejak_dini

Peluncuran dan diskusi secara daring buku Pegangan Orang Tua untuk Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Keluarga yang dilakukan oleh Permampu. (Foto: Dokumentasi Permampu)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Banyak orang tua yang masih tabu, malu, dan tidak percaya diri ketika berbicara tentang seksualitas kepada anak. Padahal anak belajar dari yang dilihat dan dialami ketika di rumah.

Untuk itu, diharapkan keluarga bisa berperan memberikan pengetahuan yang mumpuni di tengah banyaknya informasi digital saat ini. Salah satunya melalui buku Pegangan Orang Tua untuk Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Keluarga yang dihadirkan Konsorsium Permampu.

Koordinator Permampu, Dina Lumbantobing, mengatakan buku tersebut memudahkan orang tua mengedukasi anak mengenai pendidikan kesehatan seksual sejak dini.

"Keluarga merupakan fondasi pembentukan karakter anak. keluarga yang harusnya memberikan pengetahuan mumpuni sehingga anak tidak mencari jawaban sendiri dari internet atau teman sebaya yang belum tentu terbukti akurasinya," ucapnya, Senin (6/7/2026).

Sambungnya, buku ini juga menjadi langkah strategis memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama mencegah kekerasan seksual, perkawinan anak di bawah usia 19 tahun, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Buku ini disusun dalam tiga seri berdasarkan usia anak, yakni 0-5 tahun, 6-12 tahun, dan 13-18 tahun. Penyusunan buku ini merupakan hasil pendampingan Permampu sejak 2018 di delapan provinsi di Sumatra," terangnya.

Dalam hal ini, Permampu juga menegaskan pendidikan seksual bukan hanya tentang hubungan seksual, tetapi juga pengenalan anatomi tubuh, perlindungan diri, relasi yang sehat, dan penanaman nilai kesetaraan.

"Saat ini, Permampu telah membina 181 keluarga pembaharu di 66 desa yang tersebar di 26 kabupaten di Sumatera. Para keluarga ini didorong untuk membentuk Forum Keluarga Pembaharu tingkat kabupaten dan provinsi agar dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan masyarakat," tuturnya.

Sementara, Konsultan Penelitian Permampu, Niken Lestari, menjelaskan ada tantangan baru pada era digital saat ini. Konten media sosial rentan memperkuat stereotip gender hingga memicu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Dalam diskusi peluncuran buku ini, ada beberapa kasus nyata, seperti ancaman penyebaran video intim (nonkonsensual) oleh mantan pacar di Langkat dan Bengkulu.

Dalam diskusi tersebut, terungkap tantangan klasik yang hingga saat ini masih dihadapi orang tua.

"Tantangan klasik itu masih seputar anggapan bahwa pendidikan seksual tabu, kemudian keterlibatan ayah dalam pengasuhan seksual anak yang minim, waktu orang tua terbatas karena sibuk bekerja, serta mitos keliru seputar kesehatan reproduksi di masyarakat," ucap Niken.

Sebagai solusi, para peserta sepakat pada beberapa strategi praktis, seperti membangun komunikasi terbuka dengan memanfaatkan waktu berkualitas, misalnya saat makan malam atau sebelum tidur.

Kemudian, menggunakan metode bermain peran (role play) dan meluruskan mitos melalui informasi yang berbasis ilmiah.

Dengan peluncuran buku ini, Permampu menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat demi mewujudkan keluarga sebagai ruang aman, setara, dan suportif bagi tumbuh kembang anak yang bebas dari kekerasan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN