Doa Berbuka Puasa Sahih Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Perhitungan Waktu Maghrib

Ilustrasi (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Momen berbuka puasa bukan sekadar waktu membatalkan lapar dan dahaga, tetapi juga peristiwa penting yang memadukan ibadah, ketepatan waktu, dan keteraturan alam. Umat Islam dianjurkan membaca doa berbuka puasa yang sahih dan melaksanakannya tepat saat Matahari terbenam atau waktu Maghrib.
Artikel ini menyajikan doa berbuka puasa sahih lengkap dengan Arab, latin, dan artinya, sekaligus menjelaskan secara singkat bagaimana waktu Maghrib dihitung secara ilmiah menggunakan matematika dan astronomi (ilmu falak).
Doa Berbuka Puasa Sahih yang Dianjurkan
Doa Berbuka Puasa Riwayat Sahih
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan dinilai hasan oleh para ulama. Doa ini menggambarkan kondisi tubuh setelah seharian berpuasa dan sangat dianjurkan untuk dibaca saat berbuka.
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘urūqu wa tsabatal ajru insyā`allāh
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Doa Berbuka Puasa yang Populer Dibaca
Selain doa di atas, terdapat doa yang sangat populer di masyarakat dan boleh diamalkan sebagai doa mutlak.
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa Berbuka Puasa Lengkap (Gabungan)
Banyak ulama membolehkan menggabungkan kedua doa tersebut untuk mendapatkan kesempurnaan makna.
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Jam Berapa Waktu Berbuka Puasa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Secara syariat, berbuka puasa dilakukan tepat setelah Matahari terbenam, yaitu saat masuk waktu Maghrib. Penentuan waktu ini tidak hanya berdasarkan pengamatan visual, tetapi dihitung secara presisi menggunakan trigonometri bola dalam ilmu falak.
Dalam astronomi, Maghrib terjadi saat piringan atas Matahari menyentuh ufuk barat, dengan memperhitungkan:
- radius Matahari, dan pembiasan cahaya (refraksi) atmosfer.
Secara matematis, perhitungan waktu Maghrib melibatkan:
- lintang wilayah,
- posisi Matahari (deklinasi),
- dan rotasi Bumi (15 derajat per jam).
Hasil perhitungan ini kemudian dikonversi menjadi jam Maghrib resmi yang digunakan dalam jadwal sholat dan waktu berbuka puasa.
Contoh Waktu Maghrib 19 Februari 2026
Berdasarkan perhitungan astronomi untuk wilayah Surabaya:
Baca Juga: Berbuka Puasa dengan Makanan Khas India
Waktu Maghrib: sekitar 17.54 WIB
- Durasi puasa: ±13 jam 39 menit
Pendekatan ilmiah ini menjadi contoh nyata penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam penentuan waktu ibadah.
Ibadah, Sains, dan Gaya Hidup Sehat
Menariknya, anjuran berbuka dengan air dan kurma juga selaras dengan ilmu kesehatan modern. Kombinasi ini membantu:
- mengembalikan cairan tubuh,
- menstabilkan kadar gula darah,
- dan mencegah gangguan pencernaan.
Nilai ini sejalan dengan tujuan kesehatan dan kesejahteraan, serta sering dijadikan bahan kajian lintas disiplin di lingkungan akademik seperti Universitas Negeri Surabaya. (UNESA)
BERITA TERPOPULER


















