23.1 C
New York
Monday, July 1, 2024

Ilmu Kitab Kuning Andalan Ponpes Fahmussalam Jaring Santri Baru

Deli Serdang, MISTAR.ID

Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Fahmussalam Al-Aziziyah berdiri pada tahun 2019 di daerah Medan Area dengan 12 santri. Kemudian berkembang dan pindah ke Jalan Karya Marendal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Ponpes ini diresmikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, pada tahun 2022.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Swasta Fahmussalam, Ustaz Fahmir Ridho mengatakan, penerimaan santri tiap tahun selalu meningkat. “Alhamdulillah, dari awal buka hanya 12 santri, tahun kedua 44, dan sekarang jumlahnya ada 380 santri,” ujarnya, Senin (25/6/24).

Peningkatan itu tidak lepas karena branding yang dibangun lewat ciri khas pesantren ini. Di Deli Serdang, Ponpes Fahmusalam termasuk Ponpes yang direkomendasikan untuk pembelajaran khusus kitab kuning.

“Ini yang menjadi ciri khas di sini, mayoritas santri yang masuk memang bertujuan mempelajari kitab kuning. Bahkan ada satu santri anak dari pimpinan salah satu Ponpes yang ada di Deli Serdang, dipondokkan di sini untuk belajar kitab kuning,” tambahnya.

Ponpes Fahmussalam merupakan Ponpes tradisional dengan jenjang pembelajaran tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) sampai Madrasah Aliyah (MA). Produk unggulannya pembelajaran kitab kuning dan berciri khas para santri dalam semua pembelajaran memakai sarung.

Baca Juga : Gelar Safari Ramadhan, Kapolda Sumut Kunjungi Ponpes Ar-Raudlatul Hasan

Fahmir melanjutkan, untuk kualitas santri di sini tak perlu diragukan. Sebab di berbagai event kitab kuning, Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK), baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi sering mendapatkan juara umum.

Penerimaan santri dibuka sejak bulan Januari sampai Juni. Sejauh ini, untuk penerimaan santri baru tahun 2024 sudah mencapai 100 orang lebih. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 85 santri baru.

Di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, banyak Ponpes besar yang sudah lama berdiri dan punya nama. Sebagai pendatang baru untuk menjaring lebih banyak santri, Ponpes Fahmussalam menyiasatinya dengan lebih memperkenalkan produk unggulannya seperti pembelajaran kitab kuning dan lainnya.

Agar jangkauannya lebih luas, mereka juga melakukan promosi lewat radio, cetak brosur, dan lewat contoh para santri itu sendiri. “Tiap liburan para santri yang pulang ke rumahnya kami amanatkan untuk menyosialisasikan Ponpesnya di lingkungannya,” jelas Fahmir.

Bentuk sosialisasinya dengan menunjukkan karakter santri dan sikap teladan yang bisa menjadi contoh dan panutan bagi anak lainnya. “Tak hanya masyarakat umum, ketika wali santri melihat anaknya punya sikap seperti itu pasti bangga dan akan merekomendasi Ponpes kita ke orang lain,” sambungnya.

Syahrial Siregar
Syahrial Siregar
Alumni STIK-P Medan. Menjadi jurnalis sejak 2008 dan sekarang redaktur untuk portal mistar.id

Related Articles

Latest Articles