33.6 C
New York
Monday, June 24, 2024

Saat Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Turun di Siantar

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Memasuki bulan puasa Ramadhan, harga kebutuhan pokok di Kota Pematangsiantar stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan. Harga komoditas yang bergerak turun, berupa sayuran terutama jenis cabai.

Pantauan Mistar di pasar tradisional Dwikora, Minggu (18/4/21), harga cabai merah rata-rata dijual Rp36.000 per kilogram (Kg) turun dari harga sebelumnya mencapai Rp40.000 lebih per Kg, untuk cabai rawit stabil Rp38.000 per Kg, dan cabai hijau Rp20.000 per Kg

Seorang pedagang, Rusti mengatakan, harga cabai turun hingga 10 sampai 20 persen memasuki bulan puasa. Hal itu disebabkan persediaan barang melimpah dan sebagian besar para petani sedang panen.

Baca Juga: Jelang Puasa, Gubsu: Jangan Ada Kenaikan Harga di Pasar

“Pas puasa inilah harganya mulai bergerak turun. Stok di pasar cukup melimpah. Apalagi udah banyak yang panen para petani, otomatis turunlah harganya,” ucapnya, Minggu (18/4/21).

Sebelumnya, ketika menjelang puasa, beberapa komoditas bahan pokok di pasar sempat mengalami gejolak harga. Namun harganya justru turun disaat puasa ramadhan. Selain cabai, harga daging ayam potong juga mengalami penurunan harga.

Harga ayam potong kembali turun menjadi Rp27.000 perkilogramnya sejak saat memasuki Ramadhan. Sebelumnya harga ayam sempat naik di harga Rp 31 ribu perkilo, namun tak bertahan lama.

Baca Juga: Gula Paling Banyak Diburu di Pasar Murah Pemko Medan

“Saat ini, harga ayam segitu mungkin masih normal lah pada kami ini. Tapi jangan turun lagi maunya seperti waktu harga ayam anjlok akibat terdampak penyebaran Covid-19 kayak tahun lalu,”kata Ade, salah satu pedagang ayam potong dipasar tradisional Dwikora.

Padahal, ucapnya, saat jelang bulan Ramadhan seperti sekarang ini ia berharap adanya kenaikan harga. Soalnya, bulan puasa biasanya ditandai naiknya konsumsi masyarakat terhadap ayam sekitar 15 persen sampai 20 persen.

Namun, ada pula yang berasumsi bahwa penurunan harga pada kebutuhan pokok tersebut di samping banyak petani yang sedang panen hasil pertaniannya, juga adanya Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota pematangsiantar sesuai dengan instruksi dari Pemerintah.(yetty/hm02)

 

Related Articles

Latest Articles