Pengelola Wisata Sebut Permukaan Air Danau Toba Kembali Pulih 80 Persen


Pantai Pasir Putih Parparean yang tergenang air. (f:nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Pengelola wisata pantai di Kabupaten Toba menyebut permukaan air Danau Toba sudah pulih 80 persen dari kondisi sebelumnya yang pernah surut sampai ke level terendah, yakni 903 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Hal itu disampaikan oleh Herbert Napitupulu, pengelola Pantai Pasir Putih Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, bahwa air danau sempat turun ke level terendah. Kini kembali ke level sewajarnya 905 meter mdpl.
"Jadi jangan menyalahkan danau atau pihak manapun karena naiknya air Danau Toba. Seharusnya bersyukur sudah kembali ke ukuran sewajarnya," ujar pria berusia 52 tahun tersebut, Kamis (3/4/2025).
Menurut Herbert, jika mau jujur masyarakat dan pemerintah yang salah. Di saat air surut berlomba-lomba membangun semakin mendekati garis pantai, tiba permukaan air semakin pulih mencari kambing hitam seakan tindakannya benar.
"Seharusnya syukurillah pemulihan permukaan air danau, berarti alam masih bersahabat stok air danau kembali berlimpah dan mengembalikan ekosistemnya seperti dulu," katanya.
Herbert mengaku, bahwa masih segar dalam ingatannya, pada saat ia masih anak-anak di tahun 1979, air Danau Toba mencapai hampir 100 meter ke darat, di mana level ketinggian air 906 mdpl lebih hampir semua daratan terisi air walau sebatas betis kaki.
"Jadi jangan mengeluh, naiknya permukaan air masih di level 905, bagaimana jika naik ke 906 bisa tenggelam kampung ini. Naiknya air berarti alam masih bersahabat dengan kita, berarti Danau Toba masih lestari," katanya.
Herbert juga mengakui, sebagai pengelola wisata pantai ada dampak negatif yang didapatkannya seperti, pengunjung tidak akan melihat lagi pasir putih ciri khas obyek wisata yang dikelolanya, karena tergenang oleh air.
Sedangkan sisi positifnya, setiap pengunjung lebih banyak bersantai di joglo-joglo yang didirikan, dan lebih banyak lagi memesan makanan, tidak lagi membentang tikar di pantai pasir putih sambil membawa kompor. Intinya, kuliner yang dijual bisa laris manis. (nimrot/hm27)